您的瀏覽器不支援JavaScript功能,若部份網頁功能無法正常使用時,請開啟瀏覽器JavaScript狀態
友善列印 :
請利用鍵盤按住Ctrl + P開啟列印功能
字級設定 :
IE6請利用鍵盤按住ALT鍵 + V → X → (G)最大(L)較大(M)中(S)較小(A)小,來選擇適合您的文字大小,
而IE7或Firefox瀏覽器則可利用鍵盤 Ctrl + (+)放大 (-)縮小來改變字型大小。
::: 跳到主要內容區塊

laporan khusus-內頁

::: 跳至下方選單區

Mengikuti Exit Program, PMI Taiwan Siap Berwirausaha

2018-11-27 下午 04:20:00

Para PMI yang mengikuti penutupan Exit Program berfoto bersama dengan KDEI Taipei, GWO dan pihak Cook 168 Course Institute (sumber: KDEI)

Exit Program Tahap 2 tahun 2018 hasil kerjasama KDEI Taipei, GWO dan pihak Cook 168 Course Institute telah sukses dan sesi terakhir kegiatannya telah diselenggarakan tanggal 25 November 2018 lalu, bertempat di di Kampus NTNU (National Taiwan Normal University) di Taipei, dengan materi kewirausahaan yakni Manajemen Usaha. Sebanyak 74 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) hadir dan mengikuti program tersebut.

Pelatihan ini diawali pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu dengan pelatihan keterampilan memasak Ayam Goreng Crispy (Ji Pai) ala Taiwan dan Korea dilanjutkan dengan Pelatihan Tata Cara Ekspor dan Memulai Bisnis Waralaba serta diakhiri dengan Manajemen Wirausaha Ayam Goreng (Ji Pai) sekaligus penutupan (25/11/18).

Kegiatan pembuatan ayam goreng crispy ala Taiwan (sumber: KDEI)

Sesi terakhir diawali dengan sambutan Bapak Farid, selaku Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei dijelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan exit program ini adalah guna membekali PMI dengan program-program yang bermanfaat dan bisa digunakan ketika meninggalkan Taiwan kelak.

Bapak Farid, Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei memberikan penjelasan manfaat dan tujuan kegiatan Exit Program bagi para PMI di Taiwan (sumber: KDEI)

Pelatihan sesi terakhir ini berlangsung santai, padat dengan ilmu serta sesekali diselingi diskusi interaktif dan feedback. Para instruktur yang juga pelaku bisnis di bidang makanan di Taiwan dalam paparannya turut memotivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk memulai berwirausaha. Dijelaskannya bahwa untuk bisa menjadi seorang pelaku wirausaha pemula, diperlukan keberanian untuk memulai dan jangan takut gagal.
“Setiap manusia harus harus mempunyai mimpi untuk bisa sukses”, tegas salah satu instruktur.
Selain itu dalam memulai usaha diperlukan tekad yang kuat serta perlunya perencanaan usaha yang matang, perlu menyusun business plan (perencanaan usaha) menyangkut perhitungan prospek bisnis, survey, kapan waktu tepat untuk memulai, calon pelanggan, mengetahui kompetitor, strategi marketing (penggunaan media online/offline, teknis menggaet pelanggan serta teknik-teknik lainnya.

Perwakilan KDEI dan instruktur, serta profesional dan praktisi yang berpengalaman membantu pelatihan kewirausahaan bagi PMI dalam Exit Program (sumber: KDEI)

Program pelatihan ini diikuti 74 peserta yang merupakan PMI dari berbagai wilayah di Taiwan. Ke-74 PMI tersebut terbagi dalam 3 (tiga) kelompok pelatihan masing-masing kelompok pertama sebanyak 24 orang serta kelompok kedua dan ketiga masing-masing 25 orang. Pelatihan keterampilan ini berlangsung selama tiga sesi yang dipandu langsung oleh instruktur, professional dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Pelaksanaan pelatihan dalam Exit Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus PMI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi sebagaimana yang digalakan oleh BNP2TKI.
Ahmad Durisalba, salah satu PMI menyampaikan bahwa pihak berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada PMI, karena sangat bermanfaat sekali. Murdiyanto menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti disini saja, agar ada kelanjutannya.

Wiwik menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat, selain mendapat ilmu pengolahan makanan, para PMI juga mendapat ilmu cara memulai usaha.
Perjuangan para PMI dalam mengikuti pelatihan bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia ini, beberapa diantaranya mesti berangkat dari pagi hari sejak shubuh dari Kaohsiung (Taiwan Selatan) menuju Taipei. Serta sebagian lagi rela untuk tidak libur beberapa bulan ke depan demi untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami sangat berharap skill yang bermanfaat yang diperoleh selama pelatihan tersebut nantinya dapat diterapkan, dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja  ketika kembali ke Indonesia, ujar Siswadi, Wakil Kepala KDEI Taipei dalam sambutan penutupan.
Siswadi menambahkan bahwa di Indonesia melalui BP3TKI setiap tahun mempunyai paket-paket pelatihan / pemberdayaan PMI Purna, beberapa hasil pemberdayaan sudah ada yang go international, dipajang khusus dalam Trade Expo Indonesia setiap tahun.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadir selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei yang turut memaintenance komunikasi dengan para PMI alumni pelatihan Exit Program melalui grup media sosial popular di Taiwan (facebook) dan Whatsapp.

Pak Kadir, Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei memberikan penjelasan dan membantu komunikasi para PMI dalam kegiatan Exit Program bagi PMI (sumber: KDEI)

Sumber: KDEI dan BNP2TKI