字型設定: 小字 中字 大字

Laporan Khusus

Kemendag Menyelenggarakan Forum Pencegahan Perdagangan Manusia, Taiwan menjadi Negara Tingkat 1 selama 8 Tahun Berturut-turut

Perwakilan dari berbagai negara berfoto bersama dalam Forum Anti Perdagangan Manusia 2017

Dalam rangka memerangi perdagangan manusia dan sebagai respons dalam isu perdagangan manusia, Kementerian Dalam Negeri Taiwan menggelar Forum Anti Perdagangan Manusia 2017 (2017 International Workshop on Strategies for Combating Human Trafficking). Adapun forum internasional ini diselenggarakan di Departemen Pelayanan Sipil Taipei (Civil Service Department Institute in Taipei City /臺北市公務人力發展中心) tanggal 25-26 Juli 2017. Sebelumnya, Amerika Serikat mengeluarkan laporan tahunan (TIP report) yang menyatakan bahwa Taiwan patut mendapatkan pengakuan dan pujian atas prestasinya dalam pencegahan perdagangan manusia beberapa tahun terakhir ini.

Berbagai perwakilan dari dalam negeri maupun luar negeri turut hadir dalam forum internasional ini, demi memperkuat kerjasama antar negara. Wakil Presiden Taiwan, Chen Jian-ren (陳建仁) juga mengatakan bahwa isu untuk melawan perdagangan manusia membutuhkan kerjasama dari seluruh pihak di seluruh dunia. Taiwan sendiri tidak dapat melakukannya jika kekurangan partner dalam komunitas internasional.

Menteri Dalam Negeri Yeh Jun-rong (葉俊榮) juga mengatakan bahwa Kemendagri secara aktif melakukan berbagai langkah pencegahan untuk memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam melawan perdagangan manusia.

Kemendagri mengatakan, tahun ini penyelenggaraan Forum Anti Perdagangan Manusia 2017 untuk pertama kalinya juga sebagai timbal balik peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia yang jatuh pada tanggal 30 Juli setiap tahunnya.

Wapres Taiwan, Chen Jian-ren (陳建仁), Mendagri Yeh Jun-rong (葉俊榮), Dekan Senior Duke Sandford University, Judith Kelly, dan Direktur AIT Robert Forden memegang palu memerangi perdagangan manusia

Hari pertama forum diskusi memiliki topik “10 tahun efektivitas, ulasan, serta prospek pencegahan dan pengendalian perdagangan manusia di Taiwan.” Forum diskusi ini mengundang para ahli dari negara-negara tingkat pertama (tier 1), seperti Armenia dan Kanada. Mereka berbagi pengalaman dan diskusi mengenai hal-hal yang telah dilakukan untuk meningkatkan pencegahan perdagangan manusia. Agenda di hari kedua ditandai dengan diskusi grup dengan isu-isu spesifik. Hal ini memfokuskan diri pada isu global yang tengah berkembang; antara lain para ABK, pekerja rumah tangga, dan hari libur kerja, serta memperkuat kekuatan investigasi. Forum ini sendiri akan dibagi dalam 2 area besar yang kemudian dibagi dalam grup-grup yang lebih kecil untuk memproses diskusi yang lebih mendalam serta spesifik. Forum ini juga menghadirkan berbagai pakar profesional dan perwakilan dari setiap bidang terkait untuk membuka lebih banyak kesempatan berkomunikasi dan bertukar pikiran.

Kemendagri juga menekankan, bahwa sejak Komite Khusus Anti Perdagangan Manusia (Coordination Task Force of Anti-Human Trafficking) dibentuk pada bulan Januari 2007 lalu, selama 10 tahun lebih pencegahan dan pengendalian perdagangan manusia terus diangkat. Selama 8 tahun berturut-turut, Taiwan telah berhasil menjadi level terdepan. Di hari pertama forum ini dilaksanakan, diharapkan komunikasi antar berbagai negara dapat terjalin dengan baik, pencegahan perdagangan manusia terus diperbaiki dan memperbaharui pengendalian yang ada. Kemendagri juga selanjutnya menekankan pada hari kedua akan ada diskusi yang mengundang para pakar dan peneliti dari Australia, Thailand, Indonesia, Singapura, serta berbagai organisasi internasional. Secara total, ada 4 topik utama; yaitu “efektivitas dan pencegahan eksploitasi para ABK”, “exploitasi pekerja asing dalam strategi dan kerjasama internasional”, “investigasi perdagangan manusia dan kuasa penuntutan”, serta “sistem strategi keamanan keluarga pekerja.”

Kemendagri juga mengatakan bahwa Forum Anti Perdagangan Manusia 2017 merupakan bagian penting dalam pengadaan 4P (Prevention – Pencegahan, Prosecution – Pelaksanaan, Protection – Perlindungan, dan Partnership – Persekutuan), memberikan panggung pertukaran internasional, kerjasama, serta bertukar pengalaman. Hal ini juga termasuk mempromosikan kerjasama dengan masyarakat dan organisasi internasional yang menjaga persahabatan antar berbagai pihak. Melalui berbagai pertukaran ini, Kemendagri akan lebih mudah memperbaharui pencegahan perdagangan manusia, memperkuat proteksi diri para korban, serta melindungi hak-hak dasar manusia.

相關新聞

最新回應

留下回應

驗證碼 

*議題影音

議題影音-三原出任務:新住民快問快答
議題影音-飛越隔閡的愛



新聞照片集錦

Pelancong yang Berwisata ke Taiwan Tembus 10 Juta per Tahun selama 3 Tahun Berturut-turut
Keluarga Penduduk Baru Kaohsiung Merayakan Hari Migran Internasional Bersama-sama
Pameran Topi di NTCRI Mengajak Pengunjung Kembali ke Masa Lampau
23 Orang Perwakilan Masyarakat Teladan Mendapatkan Penghargaan di Acara “Karnaval Hari Migran Internasional Taoyuan”
Penduduk Baru asal Thailand: Integrasi Multibudaya Dimulai dari Pemahaman Budaya
Hari Migran di Hsinchu, 13 Penduduk Baru Dianugerahi Penghargaan Teladan Nasional