按下ENTER到主內容區
:::

Budaya Waisak Terus Meluas, Kehidupan Kepercayaan Asia Tenggara Semakin Terlihat

Hari Waisak di Thailand akan berlangsung pada akhir Mei(Foto envato/ckstockphoto)
Hari Waisak di Thailand akan berlangsung pada akhir Mei(Foto envato/ckstockphoto)

Setiap tahun sekitar bulan Mei, sejumlah negara Asia Tenggara merayakan hari besar keagamaan-Hari Raya Waisak (Vesak Day). Dibandingkan dengan Festival Songkran yang meriah, Waisak lebih khidmat dan tenang, serta menjadi hari yang sangat bermakna bagi umat Buddha.

Waisak dirayakan di Thailand, Vietnam, Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Pada 2026 diperkirakan jatuh di akhir Mei. Hari ini memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha, sekaligus melambangkan siklus kehidupan.

Selama perayaan, kuil mengadakan ritual pemandian Buddha sebagai simbol penyucian diri. Malam hari diisi prosesi lilin dan penyalaan lampu yang melambangkan kebijaksanaan. Di beberapa tempat juga ada upacara besar dengan suasana tenang dan sakral.

Berbeda dengan festival hiburan, Waisak menekankan refleksi dan praktik spiritual. Di negara seperti Thailand, penjualan alkohol bahkan dibatasi agar masyarakat menjalani hari dengan pikiran jernih.

Di Indonesia, perayaan di Borobudur menarik biksu dan umat dari berbagai negara. Melalui doa dan pelepasan lampion, terlihat kuatnya koneksi budaya Buddha lintas negara.

Seiring komunitas Asia Tenggara tinggal di berbagai wilayah, budaya Waisak juga makin terlihat. Kegiatan kuil dan komunitas membuat tradisi ini terus hidup sekaligus membuka pemahaman lintas budaya.

Dalam masyarakat multikultural, Waisak bukan sekadar hari raya, tetapi juga jembatan untuk saling memahami. Dari satu ritual atau cahaya, yang terhubung bukan hanya iman, tetapi juga kedekatan antarbudaya.

Berita Populer

回到頁首
Loading