To the central content area :::
名人專欄-內頁
::: To the bottom Area

Kekuatan Keberagaman

2019-03-25 18:10:00

Gen, orang Filipina sang pendiri Organisasi PhilTai 

Gen, orang Filipina sang pendiri Organisasi PhilTai 

Nama saya Gen, namun Taiwan lebih mengenal saya dengan nama PhilTai. Phil berarti Filipina, sementara Tai untuk Taiwan. PhilTai seperti sebuah gabungan dua kata dan dua dunia, pernikahan antara orang Filipina dan Taiwan. Kosakata ini beriringan bersama saya kemana pun saya pergi. Nama ini merangkum misi dan tujuan saya di rumah kedua ini.

Saat saya berkata pada diri sendiri, “Taiwan, saya datang!”, saya pun membuat sebuah grup jaringan yang disebut PhilTai Organization pada tanggal 2 April 2007. Anggotanya secara eksklusif adalah para “Pinoy” (orang Filipina) yang menikah dengan orang lokal di sini (Taiwan). Pelayanan publik pertama kami hingga kini masih sama, yaitu melayani teman-teman sesama kami dengan menjadi “Pelatih Kehidupan”. Teman-teman dapat bertanya apapun, mulai dari kesenjangan budaya, literatur Bahasa Mandarin, kehidupan percintaan, bahkan tips-tips kecantikan.

(Tonton: Orang Filipina di TV Nasional Taiwan黃琦妮上電視節目  https://youtu.be/_yzzIaWiOD8).

Di tahun 2013, kami terlibat dalam lingkup jaringan yang lebih besar, tidak hanya mereka yang menikah dengan orang Taiwan, tetapi juga orang Filipina yang menetap di sini, para pekerja migran, bahkan masyarakat lokal. Bersama kami membuat program-program tahunan, seperti “A Pencil for a Cause”, mainan untuk kebahagiaan anak-anak, program bantuan makanan, dan sumbangan pakaian. Karena berbagai aktivitas amal, Organisasi PhilTai pun berubah menjadi Yayasan PhilTai (PhilTai Foundation). Demikian, di tahun 2015 para pengikut kami diperluas hingga ke seluruh dunia, dan pada saat itu aku pun memutuskan untuk memberikan wadah bagi semua orang, agar mereka pun dapat memiliki panggung untuk berbicara. Sehingga mereka yang sebelumnya tidak didengar dapat didengar dan mereka yang sebelumnya takut dapat tahu bahwa ada orang yang bersedia mendengarkan tangisan mereka. Kemudian, PhilTai the Voice pun hadir dari evolusi ini.

Hal yang membuat PhilTai the Voice lebih efektif dan berguna bagi teman-teman Filipina kami adalah baik ketika mereka berada di Taiwan atau tidak, tetap ada tujuan yang jelas. Saya memastikan bahwa setiap “HelloPhilTaiBlog” dapat memperkenalkan budaya Filipina dan Taiwan, serta dapat mendorong pemahaman antar kedua belah bangsa yang berbeda, dengan keunikan budaya dan tradisinya.

(Silakan tonton: https://www.youtube.com/playlist?list=PL_AKFaXQ_ZVjLGfouPYRJQqM3GfxFR41u)

Kini Taiwan lebih terbuka dengan keberagaman budaya. Fakta dimana ada 7 bahasa Asia Tenggara yang dimasukkan ke dalam kurikulum. Hal ini menjadi sebuah terobosan dalam pembelajaran secara bebas maupun dan dalam pendidikan multikultural. Saya pribadi turut ikut program pelatihan guru Filipina tahun lalu dan harus saya katakan, hal tersebut merupakan pengalaman yang luar biasa bagi seluruh tenaga pendidik di masa depan. Saya harap semua orang mendapatkan akses untuk mengikuti program bahasa ini, tidak eksklusif, hanya bagi para pelajar generasi kedua baru.

Ketika kita mempelajari bahasa baru, kita juga dapat mempelajari budaya baru. Keduanya terhubung satu sama lain karena secara umum kita akan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, dan jika kita memahami sebuah tempat atau orang secara lebih baik, kita pun mulai menemukan sisi-sisi positif yang mungkin dapat membantu dalam pembentukan individu, masyarakat, dan negara yang lebih progresif.

PhilTai the Voice merupakan platform online saya yang dapat mengekspresikan pemikiran saya sekaligus menguraikan budaya yang terasa aneh, namun juga khas bagi orang lain. Tahun lalu, saya akhirnya membuat Youtube Channel bernama Hello PhilTai. Sejak saat itu Program WOW PINOY pun berjalan dan kini telah menarik setidaknya 2 ribu penonton. Program ini memiliki subtitle teks berbahasa Mandarin dan Inggris, sehingga cocok untuk seluruh bangsa. Pendidikan multikultural juga dimungkinkan di media sosial sejak digitalisasi di era sekarang tidak dapat terelakkan. Tidak ada yang benar-benar terkait dengan televisi akhir-akhir ini, karena ponsel pintar telah memberikan berbagai kemudahan, hanya tinggal klik video atau program yang sesuai dengan keinginanmu.

Sebagai sukarelawan, blogger, youtuber, dan pembawa acara Filipina, saya pun menemukan bahwa hal-hal yang saya lakukan sebagai rekomendasi ini memiliki relevansi yang cukup besar bagi tujuan Taiwan, dimana Taiwan kini mengarah untuk maju ke negara yang lebih multikultural. Saya sendiri dengan percaya diri dapat berbicara 4 bahasa, antara lain bahasa Tagalog, Bisaya, Inggris, dan Mandarin. Berbagi kisah dan cara bagaimana saya dapat mempelajari bahasa-bahasa ini tentu akan sangat membantu, terkhususnya bagi generasi kedua yang setidaknya telah menguasai dua bahasa. Saya juga mendukung opini kuat dalam pendidikan untuk mempelajari Bahasa Hokkien Taiwan (Tai-yu) dan beberapa bahasa asli lainnya, sehingga di masa depan Taiwan akan menjadi sebuah wadah besar dari berbagai bahasa.

Gen yang telah menetap di Taiwan selama 12 tahun merasa bahwa Taiwan adalah rumahnya

Gen yang telah menetap di Taiwan selama 12 tahun merasa bahwa Taiwan adalah rumahnya

Sebagai lulusan Sarjana Pendidikan Menengah dari jurusan Ilmu Sosial, saya mengetahui nilai dari sistem-sistem sosial, ilmu terkait individu masyarakat, baik yang terlihat ataupun tidak terlihat memberikan dampak besar dimana saya dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah kedua saya. Saya juga percaya, bergaul dengan orang yang tepat, termasuk dalam lingkungan, dan berbagai kegiatan yang tepat akan membantu seseorang lebih produktif, meskipun ia tidak berada di kampung halamannya.

Datang ke Taiwan bagi saya merupakan sebuah persiapan untuk memasuki babak baru dalam kehidupan ini, dan setelah tahun-tahun berlalu, saya pun telah menetap selama hampir 12 tahun, membuat saya merasa ini telah menjadi rumah saya sendiri. Saya mencintai Filipina seperti saya juga mencintai Taiwan. Jelas ada beberapa kesenjangan budaya dari berbagai pernikahan transnasional antar suku, bangsa, dan agama, antara orang lokal dengan orang asing. Oleh karena itulah PhilTai the Voice Blog bersama dengan Youtube channel Hello PhilTai terus memberikan edukasi bagi teman-teman Filipina dan Taiwan.

“Setiap kesalahpahaman dapat diperbaiki dengan pendidikan budaya yang tepat dan solusi untuk stereotip adalah dengan keakraban kekeluargaan yang baru.” #gtotd3152019

 

Gen Hello PhilTai

Top