To the central content area :::
名人專欄-內頁
::: To the bottom Area

Bagaimana Vietnam Merayakan Hari Guru?

2018-11-29 18:00:00

Jika Anda berada di Taiwan dan di jalanan bertanya pada seseorang, kapankah Hari Guru diselenggarakan, mungkin tidak ada yang mengingatnya. Namun, jika Anda berada di Vietnam, Anda akan melihat bahwa tanggal 20 November merupakan Hari Nasional yang penting. Entah di kampus ataupun di rumah, sekolah ataupun murid, semuanya memberikan perhatian, hormat, dan sangat berterima kasih pada para guru, membuatku merasa menjadi guru di Vietnam sangatlah bermartabat karena dihormati masyarakat dan para siswa.

Pada bulan November tahun 2017 lalu, National Taipei University of Education (NTUE) Divisi Pendidikan SDM ASEAN mengadakan program yang mengantarkan para dosen beserta siswa-siswinya merasakan pengalaman budaya pendidikan di Vietnam, selain juga berkunjung ke 2 perusahaan kecil dan menengah Taiwan yang berada di Vietnam.

Agar para murid dapat merasakan kehidupan sehari-hari dan kebudayaan yang ada di Vietnam Utara, jauh dari kota-kota besar seperti Ho Chi Minh dan Hanoi, sebaliknya memilih area Propinsi Tuyên Quang, Phu Tho, dan Vinh Phuc. Selain itu, para murid juga menetap di asrama universitas, sehingga benar-benar merasakan kehidupan mahasiswa lokal yang sesungguhnya. Di samping itu, agar para murid juga dapat merasakan pengalaman dalam perayaan festival penting di Vietnam, secara khusus diadakanlah kegiatan partisipasi dalam perayaan Hari Guru yang diselenggarakan oleh pihak kampus.

Di malam sebelum perayaan Hari Guru, para pedagang kaki lima akan memenuhi jalanan Vietnam dan membuka lapak serta menggelar pajangan berbagai jenis bunga di pinggir jalan, bersiap untuk meramaikan perayaan Hari Guru. Skala dan kemeriahan acara Hari Guru di Vietnam secara tradisional ini sulit untuk dibayangkan oleh masyarakat Taiwan. Seorang dosen di Universitas Hung Vuong mengatakan, setiap tahun di Hari Guru, ia kan mengendarai mobil selama sekitar 90 menit demi berkunjung ke Hanoi, bertemu dengan gurunya di rumah sang guru, memberikan bingkisan hadiah dan bunga, sebagai ekspresi hormat dan rasa terima kasihnya kepada sang guru.

Universitas Hung Vuong dan Institut Phu Tho setidaknya mengadakan satu kali perayaan meriah di pagi hari pada saat perayaan Hari Guru. Mulai dari detail persiapan acara perayaan, bagaimana tata letaknya, kebutuhan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, serta berbagai program yang akan dilakukan. Hal ini tentu memperlihatkan bahwa masyarakat Vietnam sangat memperhatikan pentingnya Hari Guru bagi mereka. Bagian yang paling menarik dalam perayaan Hari Guru adalah pertunjukkan-pertunjukkan menarik yang telah dipersiapkan oleh para murid sejak lama. Para murid juga memberikan bunga bagi para guru, satu per satu dengan penuh terima kasih, adapun pertunjukkannya termasuk kegiatan menyanyi dan menari. Ada pula pertunjukkan tarian caping, drama Raja Jade yang lucu, legenda kerajaan di Vietnam, tari payung tradisional, peragaan busana Ao-dai, pakaian tradisional Vietnam, dan lain sebagainya. Musik yang digunakan dalam pertunjukkan ini antara lain musik tradisional yang digabungkan dengan lagu-lagu pop modern, bahkan beberapa lagu berbahasa Inggris. Terlihat jelas bahwa para murid dalam program acara Hari Guru telah mendapatkan pengalaman dan berbaur dengan kehidupan pelajar lokal.

Ju Percussion saat tampil dalam "2018 Confession" (sumber: Zhu Zongqing)

Mahasiswa laki-laki berkostum perempuan dan membawakan pertunjukkan tarian tradisional yang unik

Permainan tradisional Vietnam menggunakan bambu (foto: Wang Daxiu)

Permainan tradisional Vietnam menggunakan bambu (foto: Wang Daxiu)

Di Hari Guru, para murid juga akan memberikan penghargaan bagi para guru dengan memberikan buket karangan bunga yang cukup besar, dengan berbagai ukuran dan rangkaian, tempat acara pun terasa semarak.

Penerimaan karangan bunga yang dipersembahkan oleh Institut Phu Tho untuk Guru Wang Daxiu

Penerimaan karangan bunga yang dipersembahkan oleh Institut Phu Tho untuk Guru Wang Daxiu

Setelah mengikuti perayaan Hari Guru Vietnam, para murid NTUE pun memiliki perasaan mendalam. Beberapa mahasiswa mengatakan, sebelum sampai di Vietnam, saat mengikuti kelas Bahasa Vietnam, mereka telah membuat laporan terkait Hari Guru di Vietnam, agar memiliki pengetahuan sebelum benar-benar mengalaminya sendiri. Namun, saat mengalaminya sendiri, terasa bahwa perasaan tersebut sangat mendalam, lebih terasa daripada menonton sebuah film di depan komputer, melihat melalui foto, atau membaca sebuah karangan esai dan tulisan-tulisan yang ada.

Jika dibandingkan dengan Vietnam, Hari Guru di Taiwan terasa tidak ada apa-apanya, kurang terasa istimewa, tidak hanya karena banyak orang yang tidak memiliki perasaan mendalam mengenai Hari Guru di Taiwan, tetapi para murid juga merasa tidak perlu memberikan perhatian khusus dalam perayaan Hari Guru di Taiwan. Namun begitu, saya juga menyadari bahwa hubungan antara guru dan murid di Vietnam terasa sangat berjarak. Para murid sangat menghormati para guru, tidak terlalu berani bersenda gurau dengan para gurunya, sedangkan di Taiwan, hubungan guru dan murid lebih terasa seperti teman.

Cara masyarakat Vietnam menghormati guru mirip seperti masa-masa awal di Taiwan, saat dimana para murid lebih menghormati para guru, ada banyak ketentuan dan etika yang harus diperhatikan. Sementara masyarakat Taiwan mulai melupakan tradisi ini, di Vietnam kamu masih dapat melihat hal tradisional ini.

Wang Daxiu (kanan) dan guru SD-nya Chen Long-rui (kiri) 

Wang Daxiu (kanan) dan guru SD-nya Chen Long-rui (kiri) 

Hal ini mengingatkanku pada guru SDku dulu, 52 tahun yang lalu, saat guru Chen Long-rui (陳龍瑞) masih mengajar di SD Sanxing, Taipei. Ia menggunakan gajinya yang tidak seberapa untuk membeli jeruk, memberikan vitamin C tambahan bagi murid-murid yang berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan. Meskipun setiap anak hanya mendapatkan sepotong jeruk, namun hati terasa hangat karena merasakan kepedulian dan kebaikan dari sang guru. Guru Chen juga mengajarkan kami filosofi Cina kuno, dimana manusia harus menjadi manusia yang seutuhnya (dengan pengajaran Konfusianisme, mengenal etika dan sopan santun). Guru Chen kemudian mengajar di Sekolah Yu Da, beliau juga membantu para siswa yang berasal dari daerah tengah dan selatan untuk bersekolah sambil bekerja di daerah utara, menetap di rumahnya. Berkat bantuan dan dukungan Guru Chen, ada banyak murid yang dapat masuk universitas malam, bekerja di siang hari, dan kuliah di malam harinya. Karena pendidikan, kehidupan mereka pun berubah. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, ada seorang guru besar yang melalui semangat pemikiran dan bantuan ekonominya telah banyak membantu para murid yang kekurangan. Bagaimana Hari Guru di Taiwan?

Penulis : Wang Daxiu

Top