To the central content area :::
名人專欄-內頁
::: To the bottom Area

Pertemuan dalam Sesekali Kesempatan

2019-02-25 16:00:00

Jika sebagian besar pekerja migran asal Indonesia yang berada di Taiwan berasal dari Propinsi Jawa, Lampung, dan Lombok, maka Abi adalah sebagian kecil pekerja migran asal Indonesia yang berasal dari Papua. Ciri fisiknya dengan kulit gelap dan dengan bentuk muka yang cukup dalam memperlihatkan identitas khusus ini. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, namun lebih dari 80% penduduk Papua di ujung sisi negara memeluk agama Kristiani. Dan karena etnisitas Papua lebih dekat dengan suku-suku Aborigin Australia, konflik etnis dan kegiatan pemisahan diri karena sejarah kepenjajahan juga sering terjadi, sementara orang-orang Papua yang berada di luar pulau tersebut seringkali mendapatkan diskriminasi.

Para pekerja migran di TMS, sebagian besar berasal dari Jawa, Lampung, dan Lombok

Para pekerja migran di TMS, sebagian besar berasal dari Jawa, Lampung, dan Lombok

Anak-anak dari Suku Dani di Papua, etnisitas Papua lebih dekat dengan suku-suku Aborigin Australia (sumber foto: FB Rarinda Prakarsa)

Anak-anak dari Suku Dani di Papua, etnisitas Papua lebih dekat dengan suku-suku Aborigin Australia (sumber foto: FB Rarinda Prakarsa)

Mengenal Abi selama 4 tahun, penulis hanya bertemu dengannya sebanyak 4 kali selama waktu tersebut. Pertama kali bertemu dengan Abi adalah di musim semi tahun 2015, ketika pembukaan toko buku di Taoyuan. Pertemuan kedua terjadi sebulan kemudian, pada saat konferensi pers terkait peluncuran buku terbaru karya pekerja migran asal Indonesia. Setelah konferensi pers selesai, penulis mengajak Abi untuk berkunjung ke Toko Buku Brilliant Time di Nanshijiao. Di akhir tahun yang sama, Abi kembali ke Toko Buku Brilliant Time menghabiskan beberapa waktu untuk meminjam buku-buku baru, dan di saat yang sama juga mendonasikan 2 buah buku novel berbahasa Inggris yang masih memiliki barcode dari Toko Buku Eslite.

Toko Buku bertema Asia Tenggara, Brilliant Time Bookstore di Nanshijiao (sumber: FB Brilliant Time)

Toko Buku bertema Asia Tenggara, Brilliant Time Bookstore di Nanshijiao (sumber: FB Brilliant Time)

Sebelum datang ke Taiwan, Abi telah bekerja di Makau dan Hong Kong. Beberapa tahun belakangan ini, ia telah mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya, karena ketika tidak ada buku berbahasa ibu yang bisa ia baca, maka ia akan membeli buku Berbahasa Inggris. Atau, ia dapat meminta temannya untuk mengirimkan buku, jika ditambah dengan ongkos kirim, harga buku-buku berbahasa Indonesia seringkali menjadi 2 kali lipat lebih mahal dari harga aslinya. Toko buku di Taipei umumnya sangat besar dan ada berbagai macam buku menarik. Sayangnya, di bagian buku-buku berbahasa asing, selain buku-buku berbahasa Inggris dari Eropa dan Amerika, serta buku-buku berbahasa Jepang, buku-buku berbahasa asing dari Asia Tenggara sangatlah jarang. Para pecinta buku seperti Abi, bahkan rela menginvestasikan gajinya yang tidak seberapa untuk membeli buku-buku import yang mahal, setidaknya untuk membuat kehidupan spiritualnya tetap kaya.

Setelah Tahun Baru 2017, Abi tiba-tiba mengatakan akan datang ke toko buku untuk mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya. Dalam tanggal peminjaman tertera bulan November tahun 2015, itu adalah waktu terakhir kalinya penulis dan Abi bertemu. Abi dalam setahun ini setidaknya tidak mendapatkan liburan selama 2 bulan. Setelah berganti majikan, Abi pindah dari Taipei ke pegunungan di Keelung. Majikan barunya sibuk dengan usahanya di pasar sayur mayur dan ia pun sangat diandalkan untuk merawat nenek yang terbaring sakit, selain itu naik turun di daerah pegunungan tidaklah mudah. Majikannya akan menyempatkan waktu untuk mengantarkan Abi ke gereja setiap 2 bulan sekali, kemudian menjemputnya 2 jam kemudian. Waktu 2 jam ke gereja menjadi waktu libur Abi. “Jika kembali berganti majikan, aku baru memiliki waktu libur, tapi jika ada majikan baik, masih adakah asistennya yang mau pindah?” demikian respons Abi.

Dua buku yang dipinjam Abi salah satunya adalah novel Indonesia. Ia membaca novel tersebut 2 kali, sedangkan yang satunya lagi adalah novel berjudul “The Help” yang dikarang oleh Kathryn Stockett, berkisah tentang pelayan-pelayan Afrika-Amerika di Amerika. Dia mengatakan bahwa “The Help” membuatnya sangat tidak nyaman dan tidak akan melihatnya lagi untuk kedua kalinya.

“Saya minta maaf karena tidak bisa mengembalikan buku untuk waktu yang cukup lama…” Selain Abi, masih ada banyak pekerja migran yang meminjam buku dari kami, namun karena tidak sering libur, mereka pun sering mengatakan hal yang sama. Penulis kemudian memberikan 2 buku novel Indonesia yang tebal untuknya, satu untuk hadiah Natal, satunya lagi untuk dipinjamkan. Buku yang tebal tentunya dapat membantunya untuk menghabiskan waktu merawat yang terkadang membosankan di gunung. “Abi, setelah kontrak selesai apakah akan kembali ke Indonesia?” Abi pun mengatakan, jika bisa tidak mengeluarkan banyak uang, ia pun tidak akan menggunakannya. “Majikan di Hong Kong dulu ingin saya pergi ke Guangzhou untuk menjaga ibunya, mungkin setelah kontrak Taiwan selesai, akan langsung mengajukan visa untuk bekerja di China.” Ini adalah kali ke-4 penulis bertemu dengan Abi. Setelah berada selama sejam di toko buku, ia pun bergegas kembali ke Keelung.

Abi yang tidak terlihat sejak tahun 2016, masih sempat meminta keluarganya dari Indonesia untuk mengirimkan sekardus besar buku-buku tua untuk didonasikan ke toko buku.

Terakhir kali melihat Abi adalah di awal tahun 2018. Saat itu penulis bersiap untuk kegiatan wajib militer. Setahun tidak memiliki waktu libur, kali ini ia berjanji dengan temannya untuk pergi main ke Tamsui, namun ia masih mengirimkan pesan untuk pengirim dan meminta untuk bertemu di Taipei Main Station. Untuk kali pertama, karena ada banyak buku yang tercampur, penulis tidak membawa buku, Abi juga tidak, terasa ada hal yang kurang. Penulis berkata apakah Abi ingin dikirimkan buku? Abi tidak ingin merepotkan, hanya berkata: “mengucapkan salam untukku dan teman-teman sudah cukup. Sampai berjumpa lagi tahun depan, saat kamu juga sudah mau selesai wajib militer.”

Penulis pun memakan sarapan dari McDonalds yang Abi bawakan, penulis tidak mengatakan padanya bahwa sebelumnya telah sarapan, dengan enggan menelan makanan, sambil membayangkan pertemuan dengannya di masa depan.

Setahun terakhir ini, penulis hanya dapat melihat status Abi dari Facebook, nenek yang dijaganya telah meninggal dunia, kini di tempat majikan yang sama ia merawat anak yang sakit kritis. Hobi barunya adalah membuat kue dan biskuit.

“Abi, Selamat Tahun Baru, saya sudah selesai wajib militer, apa kabarmu?”

“Tidak disangka setahun telah berlalu lagi. Saya baik-baik saja, juga berharap kamu sehat dan sejahtera.”

Abi, saya berharap kita dapat kembali bertemu, dengan pertemuan yang baik dan mengucapkan sampai bertemu lagi.

Penulis: Sima Wu Ting-kuan (吳庭寬)

Peta Indonesia, Papua berada di sisi timur Indonesia (sumber:  Free World Maps)

Peta Indonesia, Papua berada di sisi timur Indonesia (sumber:  Free World Maps)

Top