To the central content area :::
名人專欄-內頁
::: To the bottom Area

Kehidupan Eison dan Citarasa “Ai Laksa” dari Kampung Halaman

2018-12-25 17:10:00

Eison membuka restoran “Ai Laksa” (艾叻沙) di Ximending dan Zhongshan (foto: Taiwan News)

Eison membuka restoran “Ai Laksa” (艾叻沙) di Ximending dan Zhongshan (foto: Taiwan News)

Penyanyi terkenal, Eison (Cai Ai Cheng-艾成) merupakan penduduk baru asal Malaysia, saat ini ia membuka restoran dengan spesialisasi makanan Malaysia, laksa, nama restorannya adalah “Ai Laksa” (艾叻沙). Transformasi dari penyanyi, aktor, dan pengelola restoran, Eison pun membangun perasaan yang mendalam dengan Taiwan, berbagi dengan kita mengenai naik turunnya kehidupan selama 20 tahun di Taiwan.

Eison dan makanan kampung halamannya yang paling terkenal, laksa, di restoran miliknya yang kini membuka cabang di FAVtory Zhongshan (foto : Taiwan News) 

Eison dan makanan kampung halamannya yang paling terkenal, laksa, di restoran miliknya yang kini membuka cabang di FAVtory Zhongshan (foto : Taiwan News) 

Artis Eison berasal dari Kuching, Sarawak, Malaysia. Sejak kecil, ia telah menunjukkan talentanya akan musik. Eison mulai bermain piano sejak umur tahun di bawah arahan kedua orangnya. Dalam pembentukan “keajaiban musik”, ia pun berpartisipasi dalam berbagai kompetisi musik, baik yang besar maupun kecil, dan seluruhnya memberikan hasil yang luar biasa.

Sebagai seorang jenius musik, ia pun sering memenangkan berbagai penghargaan di Malaysia, namun Eison tidak mendapatkan undangan ataupun kerjasama dari perusahaan-perusahaan musik lokal. Eison tidak menyerah, ia lebih tertarik dan bertekad untuk berkembang di Taiwan pada saat itu. Agar dapat mengeluarkan albumnya sendiri, ayahnya yang sempat patah semangat kemudian mengumpulkan semua lagu yang pernah ia nyanyikan dan menjadikannya sebuah album rekaman, kemudian mengirimkan hasil rekaman tersebut ke berbagai rumah produksi utama.

Harapan ayah dan anak ini sepertinya mendapatkan sambutan dari Dewa Laut. Suatu hari, ia menerima jawaban dari perusahaan rekaman Taiwan yang menyatakan bersedia membantu mengorbitkan Eison. Dengan harapan dan ambisi, ia pun membawa tasnya dan berangkat ke Taiwan. Dengan ekspektasi dari kedua orang tua dan talenta yang bersinar, Eison pun kembali mengarungi lautan untuk mencapai tempat baru.

Eison mengatakan saat ia datang ke Taiwan untuk pertama kalinya dan menghubungi perusahaan rekaman tersebut, ia pun akhirnya menemukan bahwa konsep musiknya berbeda, karena itu penandatanganan kontrak kerja sama pun tertunda, dan akhirnya diketahui bahwa perusahaan tersebut hanya kedok di muka, akhirnya tanpa uang sepeser pun, ia menjalani hidupnya di jalanan.

Menetap di Ximending selama 2 bulan, Eison yang muda dan penuh gengsi tidak meminta bantuan dari orang tuanya. Ia pun pernah memakan roti yang telah berjamur dan hanya 2 suapan makan, sebab ia takut tidak ada lagi yang bisa dimakan setelah hari itu. Saat itu, ia benar-benar merasa seperti seorang gelandangan.

Ketika ia tidak bisa melakukan apa-apa, seorang pemilik perusahaan rekaman yang hampir bangkrut menghargai talentanya. Ia juga bersedia membantunya mengumpulkan uang untuk mewujudkan mimpinya, selain itu ada juga orang yang membantu untuk menjaga dan merawat kesehariannya. Setelah itu, pemilik perusahaan rekaman tersebut pun setidaknya telah mengumpulkan dana sekitar $2 juta NTD, namun orang tersebut menghilang serta membawa kabur uangnya, meninggalkan Eison yang tidak tahu menahu.

Eison yang sebelumnya memiliki kehidupan yang mulus, beberapa kali mengalami hal yang kurang menyenangkan ketika berada di Taiwan, karenanya ia pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Setelah kembali ke Malaysia, dengan memeluk ayahnya ia menangis, dan kemudian kembali memutuskan rencana untuk masa depan. Namun begitu, Eison adalah pribadi yang terlahir untuk mencintai musik, selain musik berbagai metode lainnya terasa tidak bekerja dengan baik. Ia pun berjanji pada sang ayah untuk melakukan yang terbaik dan kembali ke Taiwan untuk mencari kesempatan yang lebih baik.

Jika diceritakan kembali sebenarnya sungguh ajaib, kehidupannya setelah kembali ke Taiwan tidak langsung meningkat. Namun saat itu ia mulai mengenal Tuhan dan masuk dalam perkumpulan Kristiani dan menjadi jemaat gereja. Ia pun mendapat kesempatan untuk bernyanyi di restoran “Zhufu Zhijia” (主婦之家). Eison mengatakan, saat itu ia terus menyanyi, pihak manajer juga memberikannya kesempatan untuk bernyanyi di tempat yang tidak begitu ramai untuk bernyanyi, pelan-pelan mendapatkan penggemar yang terus mendengarkannya bernyanyi.

Dari yang tidak didengar sama sekali hingga akhirnya memiliki teman-teman dari kalangan atas, Eison kini merasa sangat bersyukur dan menghargai kesempatan ini. Ia pun mulai meletakkan watak keras kepalanya dan gengsinya, mulai belajar merangkak, belajar dari awal menapaki karir dari bawah hingga di tahun ke-4, seorang produser musik tidak dapat melihat talenta Eison terkubur begitu saja. Ia pun merekomendasikan Eison untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi menyanyi. Tiba-tiba saja, seluruh kenangan buruknya kembali bangkit, Eison pun menolak kebaikan sang produser.

Namun begitu, sang produser seperti seorang ahli yang mengetahui kelebihan Eison dan kemudian mencoba membujuknya untuk berpartisipasi dalam “Super Idol” yang diproduseri Sanlih dan TTV. Eison mengikuti audisi di musim pertama acara ini dan gagal lolos, namun mendapatkan sambutan meriah dari penonton karena penampilannya yang luar biasa. Ia pun kemudian mengikuti kompetisi di musim kedua dan berhasil menjadi juara “Super Idol” musim kedua dan meraih reputasi yang baik di Taiwan.

Semuanya terlihat sesuai dengan jalurnya, namun iblis kembali membuat masalah. Eison menerima undangan dalam serial TV “Rookies’ Diary” untuk sebuah peran kecil namun syuting dalam waktu yang lama, bahkan NG sampai 40 kali. Dengan saran dari teman-temannya, ia pun mencoba menenangkan diri dengan mengkonsumsi alkohol.

Demikianlah iblis pun berhasil mengalahkannya! Alkohol membuat Eison dapat melakukan aktingnya dengan baik, namun hal tersebut juga membuatnya kecanduan, sehingga ia tidak dapat merawat dirinya sendiri lagi, bahkan menyia-nyiakan tabungan yang disimpannya sejak dulu. Dengan rasa tamak akan makanan dan minum berlebihan, tubuh dan karirnya pun mulai berubah. Hanya keluarga, pacarnya Wang Tong-yi (王瞳以) dan keluarga jemaat gereja yang tidak meninggalkannya.

Namun, semuanya seperti kehendak Tuhan yang memberikan berbagai hal kartu kehidupan, termasuk bisnis usaha, cinta, penampilan, dan berbagai hal lainnya. Dengan bantuan teman-teman dan keluarga, Eison pun akhirnya kembali ke jalur yang benar. Ia kini bergabung dengan “Grup Band 87” bersama dengan Wang Tong serta menjalankan usaha keluarga “Ai Laksa” (艾叻沙) yang memiliki hasil memuaskan.

Laksa buatan “Ai Laksa, dengan sup yang menggunakan racikan lebih dari 30 jenis bahan-bahan rempah lokal, ditambah dengan kaldu keemasan dari ayam Taiwan (sumber: Taiwan News)

Laksa buatan “Ai Laksa, dengan sup yang menggunakan racikan lebih dari 30 jenis bahan-bahan rempah lokal, ditambah dengan kaldu keemasan dari ayam Taiwan (sumber: Taiwan News)

Restoran “Ai Laksa” memiliki menu utama berupa Laksa, makanan nasional Malaysia yang tercatat sebagai 50 makanan dunia terpilih versi CNN dan tercatat berada di urutan ke-7, serta merupakan makanan yang direkomendasikan oleh Chef ternama Anthony Boden dalam 50 makanan terbaik dunia, karenanya makanan ini memiliki rating yang cukup tinggi dalam industri makanan.

Mereka yang menyukai makanan Asia Tenggara tentu paham dengan citarasanya yang luar biasa, pembuatan dasar sup laksa sendiri menggunakan racikan lebih dari 30 jenis bahan-bahan rempah lokal, ditambah dengan kaldu keemasan dari ayam Taiwan yang dibuat dengan penuh kesabaran serta bihun Hsinchu, dipadukan dengan daging ayam, ketimun, tauge, dan baso ikan. Keunikan aroma dan cita rasanya dapat membuat orang-orang yang mencicipinya merasa senang. Supnya juga dapat dijadikan sup hot pot, tambahkan daging sesuai selera, bersama dengan sayuran, dan berbagai bahan lain, tetap akan terasa lezat.

Di mana kamu jatuh, di situlah kamu akan bangkit! Hal ini juga terasa sangat ajaib, sebab “Ai Laksa” mendapatkan penerimaan yang baik sejak baru dibuka. Lokasi restoran utamanya yang berada di Ximending membuat Eison kembali berpikir, saat pertama ia datang ke Taiwan, saat ia masih benar-benar sendirian. Kini, restorannya bahkan telah berkembang dan membuka cabang pertamanya di FAVtory (快食尚) Zhongshan dan akan terus berkembang di Taiwan.

Eison yang sebelumnya penuh dengan gengsi dan arogan telah menghadapi kenyataan hidup dan pernah terjatuh, namun ia tetap berusaha untuk meraih mimpinya, dan mencoba peruntungan bisnisnya di bidang lain. Dengan penuh rasa positif dan optimis, Eison mengatakan bahwa segala hal yang pernah terjadi dalam hidupnya merupakan harta yang paling berharga, setelah dapat melalui masa lalu, seperti halnya sebuah bola golf yang memiliki lubang-lubang kecil agar dapat melayang jauh dan tinggi ke tempat tujuan.

Grup Band 87”mengeluarkan MV pertama mereka dengan single yang berjudul "Fighting Dream" (作伙作夢) pada tanggal 25 Desember 2018 (foto: Taiwan News)

“Grup Band 87”mengeluarkan MV pertama mereka dengan single yang berjudul "Fighting Dream" (作伙作夢) pada tanggal 25 Desember 2018 (foto: Taiwan News)

Top