To the central content area :::
sosial-內頁
::: To the bottom Area

Kurikulum sekolah baru dengan 7 bahasa penduduk baru !

2019-09-19 10:10

Kurikulum baru ke 12 secara resmi dilaksanakan tahun ini dengan Kursus Bahasa Baru Kota Xinbei dalam 7 bahasa. Pada tahun angkatan 108, ada 135 SD , 22 SMP, dengan total 262 kelas, dengan total 736 pelajar. Selain mendaftarkan kelas bahasa baru ke dalam materi pelajaran siswa, pemerintah juga mencampur beberapa budaya dan adat istiadat untuk masing masing negara membuat pelajaran lebih menarik melalui, makanan, baju tradisional dan hari penting .

 

Sekolah Dasar Xindian telah membuka enam kursus bahasa Vietnam, Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Filipina untuk Siswa kelas Satu.

Kepala sekolah Zeng Xiuzhu secara aktif mempromosikan multikulturalisme dan menggunakan siaran tengah hari untuk mengundang berbagai staf pendukung bahasa untuk memperkenalkan budaya dan lagu Asia Tenggara. Ada 36 siswa baru di SMP Touqian,Xinzhuang, yang belajar bahasa Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Malaysia, di antara mereka, ada sebanyak 20 siswa dalam kursus bahasa Vietnam. Dan sebagian besar siswa dari kelas ini bukan anak-anak dari penghuni baru, tetapi  karena tertarik dalam pembelajaran bahasa penduduk baru.

 

Chen Huilan dari Vietnam menjabat sebagai staf pengajar bahasa residen baru di sekolah selama 8 tahun. Dia telah mengajar bahasa Vietnam sejak 2013. Di kelas, dia akan bermain dengan permainan kecil, mendorong siswa untuk lebih tertarik bertanya dan menjawab. Selama liburan, dia mengambil inisiatif untuk berpartisipasi dalam komunitas staf pengajar bahasa residen baru yang dibentuk oleh Biro Pendidikan.

 

Chen Shanlan dari Indonesia mengajar di 5 sekolah dan merupakan Guru bahasa degan murid terbanyak. Dia mengatakan bahwa selain mengajar bahasa, dia juga akan mengajarkan cara masakan Indonesia, seperti nasi kunyit, bola ketan kelapa, dll., Untuk mengenalkan budaya makanan ke dalam kurikulum. Selain itu, bersamaan dengan Hari Ibu Indonesia pada 22 Desember, siswa akan diajak untuk memakai baju tradisional Indonesia dan menulis kartu terima kasih ibu dengan bahasa Indonesia.

 

Biro Pendidikan bagian Kebudayaan dan Pendidikan,Wu Yizhen, mengatakan macam budaya dan bahasa adalah"kemampuan yang diperlukan" dari bakat masa depan untuk bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda untuk menghormati perbedaan dan saling mengerti. Kursus Bahasa Penduduk Baru tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga pembelajaran tentang budaya, dengan harapan dapat mengajar anak-anak lebih memahami multikulturalisme, menghargai perbedaan, mengembangkan keunggulan mereka sendiri, dan menjadi warga global dengan daya saing internasional.

 

(Catatan: Guru Chen Shanlan, Indonesia (Sumber foto: Pemerintah Kota Taipei Baru))

(說明:(Catatan: Guru Chen Shanlan, Indonesia (Sumber foto: Pemerintah Kota Taipei Baru)))

Write your comment
Auth Code
Top