To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Seorang asal Fujian – Raja ubi jalar

2015-02-06 13:40

 

        Weng Xiao Hong berusia 40 tahun. Ia tidak pernah memiliki pengalaman pergi keluar untuk bekerja. Ia suka tinggal di rumah. Ia tidak suka berurusan dengan orang-orang. Ia akhirnya menikah dan menetap di Taiwan.

        Wen Xiao Hong mengatakan ia bertemu pasangannya ketika ia berusia 25 tahun. Ia melihat sosok yang jujur dan tulus dari suaminya. Ia yakin ia adalah pria yang dapat diandalkan. Dengan restu seluruh keluarga, ia akhirnya menikah dan menetap di Taiwan.

        Wen Xiao Hong mengatakan mereka mempunyai kebun sendiri. Pertama kali datang ke desa di Hualien, walaupun rumahnya terlihat biasa namun ia sudah merasa cukup terkejut.

        Wen Xiao Hong tidak menyesali keputusannya. Dari seorang putri dari keluarga berada, kini ia harus memikul tanggung jawab sebagai pengurus keluarga. Ia memiliki dua buah hati yang lucu. Ia hidup bahagia. Beberapa tahun lalu, suaminya mulai mengembangkan usaha ubi jalar. Ia ikut ambil alih dalam perkebunan.

        Sampai saat ini, pasangan ini telah memproduksi 13 jenis ubi jalar. Weng Xiao Hong mengatakan “membedakan daun, mengenali melon.” Meskipun ketrampilan suami tidaklah sama tetapi ubi jalar selalu habis terjual. “Saya sekarang dapat memilih ubi jalar” katanya dengan bangga akan ketrampilannya.

        Weng Xiao Hong mengatakan sejak bertahun lalu budidaya ubi jalar keluarganya memilih untuk tidak menggunakan bahan kimia. Bahkan beberapa tahun terakhir mencoba untuk melakukannya secara organic untuk melindungin tanah dan juga kesehatan konsumen. Taman ubi jalarnya bekerja sama dengan asosiasi petani dan agen perjalanan agar para wisatawan dapat merasakan pengalaman bertani.

        Karir ubi jalar mulai surut, Weng Xiao Hong berpikir cepat. Ia memulai kemasan ubi jalar beku dan menyediakan layanan untuk pengiriman sampai ke rumah. Idenya membuka kesempatan usaha baru.

        Dia berharap agar suatu hari ia dapat berada di rumah untuk mengurus taman yang memungkinkan para turis untuk berekreasi dan berbagi kebahagiaan “kerajaan ubi jalar.”

 

(Narasumber: United Daily News)

 

Top