To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Pagi pergi kerja, malam pergi sekolah – Ia mengurus tiga anak dan tidak mengeluh

2015-02-16 11:50

 

        Xie Su Qi berasal dari Guangdong. Ia menikah dan pindah ke Taiwan 18 tahun yang lalu. Ia bercerai dengan suami terdahulunya karena kekerasan dalam rumah tangga. Dia datang dan menggulung lengan baju membawa ketiga anaknya. Ia menyewa rumah. Ia bekerja keras untuk bertahan hidup. Hidupnya tidaklah mudah.

        Lanxin pusat ibu dan anak membantunya keluar dari bayang-bayang pernikahan dan mendorongnya untuk mengikuti ujian untuk mendapatkan lisensi pengasuh agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Ia harus mendapatkan sertifikat SMP nya terlebih dahulu. 4 tahun yang lalu, ia harus pergi sekolah pada saat malam hari. Tahun lalu ia mendaftarkan diri di National Lu- Tung Commercial Vocational High School. Ia memilih jurusan pegolahan informasi. Dia sangat rajin dan bekerja keras. Pada tahun ajaran yang lalu, ia berhasil memenangkan beasiswa senilai 30.000 yuan.

        Anak sulung Xie Su Qing duduk di bangku SMA sementara anak bungsunya duduk di bangku SD. Setiap bulan ia hanya mendapatkan 15.000 sebagai total pendapatannya. Dengan penghasilan minimalis ia harus membayar uang sewa, membiayai hidup sehari-hari dan membayar sekolah anak-anaknya. Ia merasa bebannya sungguh berat. Namun demikian, Xie Su Qing mengatakan bahwa ada subsidi untuk rumah tangga berpendapatan rendah dan juga ada bantuan pembayaran tunjangan anak dari Yilan Family support.

        Ketakutan terbesarnya ialah jika ada biaya yang tak terduga. Kondisi motornya sudah sangat tua dan sering perlu perbaikan. Ia tidak memiliki uang untuk membeli motor baru.

        Saat matahari terbit ia bekerja di tempat asuh anak, pada malam hari ia pergi ke sekolah dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Setiap hari ia menemani anak-anaknya. Xie Su Qing mengatakan ia menggunakan waktunya yang sedikit untuk membaca buku. Ia tidak mengerti bahasa Inggris namun ia sering berdiskusi dengan putrinya yang duduk di kelas 2 SMA. Dengan begitu ada interaksi antara orangtua dan anak-anak. Gelar master adalah cita-citanya. Gurunya menyarankan agar ia meneruskan pendidikannya. Ia belajar dan bekerja disaat yang bersamaan. Dengan begitu ia dapat meraih cita-citanya dan dapat mengurus keluarganya.

        Xie Su Qing berkata pada dirinya sendiri untuk tidak menyerah walaupun karena kondisi keuangannya. Ia harus berusaha keras untuk menjadi seperti anak dan teman-temannya.

 

(Narasumber: United Daily News)

 

Top