To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Sepucuk Surat Pekerja Migran Asia Tenggara untuk Tsai Ying-wen

2015-12-15 16:10

Taipei, 15 Des. Harapan akan penghidupan yang lebih baik membuat banyak pekerja hijrah ke negara-negara asing yang membutuhkan, salah satunya Taiwan. Terlepas dari cerita keberhasilan usaha ataupun kegagalan para pekerja migran di Taiwan, para pekerja migran di Taiwan masih rentan mengalami perbudakan dan ketidakadilan hukum. Usaha para pekerja migran di Taiwan, khususnya dari Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Laos layaknya sebuah perjalanan panjang.

Menyambut Hari Migran Internasional yang akan jatuh pada tanggal 18 Desember 2015, kaum buruh migran di Taiwan melakukan aksi damai pada tanggal 13 Desember 2015 di Taipei. Dalam kesempatan itu perwakilan kaum buruh migran Asia Tenggara di Taiwan memberikan sepucuk surat bagi kandidat presiden Taiwan terpopuler, Tsai Ying-wen (蔡英文). Sebuah tulisan harapan akan keadilan bagi para pekerja migran di Taiwan, khususnya bagi para pekerja perawat rumah tangga dikirimkan pada hari itu.

Berikut adalah isi dari surat tersebut.

Halaman akhir Anda dan ribuan mil perjalanan kami: Sepucuk surat dari para pekerja migran Asia Tenggara untuk Ibu Tsai Ying-wen.

Yang terhormat Ibu Tsai Ying-wen,

Kami adalah para pekerja migran dari Asia Tenggara. Pertama, kami ingin mengucapkan selamat kepada Anda; Anda akan menjadi presiden Taiwan. Ketika Anda dan tim kampanye bekerja keras untuk mencapai hasil terbaik, kami “Tenaga Kerja Asing” juga bekerja keras, mengamankan hak-hak dasar kami – tetapi perjalanan kami masih panjang.

Kami datang ke pusat kampanye Anda, berharap Anda dan tim kabinet masa di masa mendatang, meilhat kami, dan mengakui kenyataan bahwa tidak ada perlindungan terhadap hukum terhadap hak-hak asasi manusia. Di Taiwan, terdapat 220.000 pekerja migran rumah tangga yang mengisi kesenjangan dalam sistem perawatan jangka panjang, tapi kami tidak mendapatkan perlindungan hukum – kami bekerja sepanjang tahun tanpa seharipun libur, bekerja 17 jam dalam sehari, dengan upah di bawah minimum. Kami adalah korban sapi perahan dari sistem perawatan jangka panjang di Taiwan.

Kami datang dari Asia Tenggara dan telah memberikan tenaga kerja kami kepada masyarakat Taiwan – kami membantu jalur MRT, HSR, dan banyak infrastruktur nasional. Kami adalah tulang punggung dari industri manufaktur nasional dan industri perikanan Anda. Kami juga peduli terhadap jutaan warga Taiwan yang cacat dan lanjut usia. Namun, kami harus mengatakan, masyarakat Taiwan belum membayarnya kembali dengan menghargai kami atau memberikan hak-hak dasar kami.

Anda akan menjadi presiden, selain mengucapkan selamat kepada Anda, kami berharap Anda dapat melakukan sesuatu yang berarti untuk membantu mengamankan hak-hak asasi kami. Kami berharap, setalah Anda terpilih, kabinet kepemimpinan Anda dapat membuat reformasi kebijakan berikut ini:

  1. Lakukan pemeriksaan lengkap dan evaluasi sistem pekerja asing, membebaskan pekerja asing dari kondisi perbudakan dan biarkan kami menjadi pekerja bebas.
  2. Mengusulkan undang-undang yang menjamin hak-hak pekerja rumah tangga, dan segera memastikan bahwa lebih dari 100.000 pekerja rumah tangga migran terjamin hari liburnya.
  3. Membangun sistem kesehatan jangka panjang yang komprehensif, mewujudkan keadilan, dan memastikan bahwa tidak ada yang dirugikan atau dieksploitasi dalam proses melakukan perawatan.

Pada akhirnya, kami berharap Anda berhasil dalam pemilihan ini, kami berharap setiap pekerja yang berkorban dan berkontribusi bagi Taiwan menerima penghormatan dan perlindungan yang layak.

 

Salam,

580.000 pekerja migran Asia Tenggara di Taiwan.

Top