To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Presiden Tsai Memimpin Awal Pelaksanaan Strategi “Tourism 2020”

2017-03-14 15:10

Biro Pariwisata di bawah kepemimpinan Kementerian Transportasi dan Komunikasi pada bulan Februari 2017 lalu menyelenggarakan acara Festival Pariwisata di Grand Hotel, Taipei. Dalam acara tersebut, Presiden Tsai Ying-wen turut hadir dan mengirimkan strategi pengembangan pariwisata baru yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang dikelola oleh Biro Pariwisata di bawah Kementerian Transportasi. Tahun ini terdapat 155 grup dan individu, baik domestik maupun internasional yang mendapatkan penghargaan-penghargaan bergengsi ini. Presiden Tsai sendiri secara pribadi memberikan penghargaan “Taiwan Tourism Special Contribution Award” bagi pendiri dan CEO Royal Hotel Group, Lin Qingbo (林清波). CEO Lin telah mengepalai dan memimpin industri pariwisata perhotelan selama lebih dari 40 tahun. Hotelnya kini telah berekspansi ke dalam dan luar negeri, kini bahkan telah memiliki 12 hotel bertaraf bintang-5. Grup ini juga menjadi pionir dalam pemandian air panas di Jiaoxi, dalam pariwisata Taitung, serta Yilan. Sebagai tambahannya, CEO Lin juga memperkenalkan Manajemen Okura Nikko Hotel. Sejalan dengan kebijakan pemerintah, investasi juga dilakukan di Palau, Vietnam, Mauritius, Nikaragua, dan berbagai tempat lainnya sebagai hotel para turis. Hal ini tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas Taiwan, namun juga demi pembangunan dan kontribusi pariwisata Taiwan.

Dalam rangka mendemonstrasikan kesungguhan pemerintah dalam promosi pariwisata, Presiden Tsai mengundang seluruh perwakilan yang ada untuk ikut dalam “Tourism 2020: Strategi Pembangunan Pariwisata Taiwan Berkelanjutan”. Presiden Tsai juga berkata, nilai industri pariwisata telah terbukti dan pariwisata merupakan kekuatan diplomatik yang paling nyata. Tahun ini, pemerintah adalah penyokong utama terkuat dalam industri pariwisata. Presiden Tsai berjanji, sebagai awal akan memetakan dan membuat karakteristik menarik dari Taiwan, kemudian merencanakan peta yang ada, terakhir mendorong berbagai kebijakan yang mendekati berbagai kebutuhan nyata. Diharapkan, pihak industri dapat bekerja sama dengan pemerintah. Presiden juga menekankan bahwa di masa depan tidak tertutup kemungkinan untuk mengembangkan keragaman pariwisata yang ada di Taiwan.

 

Target Utama: Pariwisata selatan, memperbesar peluang pasar Asia Tenggara!

Dalam “Tourism 2020: Strategi Pembangunan Pariwisata Taiwan Berkelanjutan”, hal utama adalah secara aktif mengembangkan pasar Asia Tenggara dengan Program “Kebijakan Selatan Baru”.

Ada 5 hal strategis yang perlu dikembangkan dalam pasar Asia Tenggara

Pertama, dukungan strategis grup orang-orang Taiwan, mendukung para pengusaha Taiwan untuk memberikan penghargaan bagi para rekan bisnis serta karyawan mereka datang ke Taiwan, memberikan preferensi bagi mereka yang ingin belajar di Taiwan, para pelajar asing dan keluarga untuk berkunjung ke Taiwan.

Kedua, mendukung industri yang mengarah ke selatan, memperkuat platform pasar B2B dan konsultasi industri yang akan menjangkau pasar asing.

Ketiga, mengubah lingkungan kerja dan belajar, dengan menyatukan industri bersama dengan lembaga-lembaga akademis, menyediakan staf industri dan memberikan masukan serta arahan mengenai sertifikat dan ujian pemandu wisata.

Keempat, memperkuat hubungan bilateral, seperti contoh “Taiwan dan Vietnam” untuk mempromosikan hubungan bilateral dengan 10 negara ASEAN lainnya.

Kelima, mempercepat promosi bebas visa dan mengurangi hambatan visa.

Selain pasar utama yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam, pemerintah juga akan fokus dengan pertumbuhan pasar di India, Indonesia, dan Filipina, serta tidak menutup kemungkinan dengan pasar Bhutan, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

Berdasarkan data statistik dari Biro Pariwisata, Kementerian Transportasi dan Komunikasi, proyek ini telah mengucurkan dana investasi sebesar 200 juta NTD di tahun 2017. Diharapkan pada tahun ini akan tercapai 18 juta turis, 20 juta di 2018, dan 22 juta di tahun 2019.

 

Standar Utama: 5 kunci kebijakan dalam pariwisata Taiwan di tahun 2017

Biro Pariwisata sendiri telah fokus dengan kebijakan di tahun 2017, melalui 5 hal utama yaitu; membuka keran diversifikasi pasar, promosi pariwisata nasional, transformasi industri, pengembangan pengetahuan pariwisata, dan promosi pariwisata. Ke depannya, hal ini dapat menjadi keuntungan bagi pariwisata Taiwan.

Keran diversifikasi pasar membidik pasar Jepang dan Korea Selatan, serta memperdalam promosi ke arah pasar Amerika dan Eropa. Pasar Asia Tenggara sedang dipetakan dan ke arah Tiongkok juga tetap dipertahankan. Diharapkan, citra pariwisata Taiwan dapat lebih baik. Dengan kualitas lingkungan pariwisata yang semakin bersahabat, serta kemudahan visa dan berbagai promosi yang ada, para turis diharapkan semakin tertarik untuk datang.

Promosi pariwisata nasional juga diharapkan dapat membangun pariwisata nasional yang berkualitas, dengan berbagai pengembangan industri pariwisata yang ada serta berbagai industri terkait lainnya.

Transformasi industri akan dipimpin oleh pemerintah. Dengan pembenahan kualitas pelayanan, memperkuat keterbukaan informasi, evaluasi mekanisme dan menekan sistem manajemen terlarang, memperkuat bahasa asing, serta pelatihan personil.

Pengembangan pengetahuan pariwisata, dalam hal ini teknologi pintar dan aktif (mobile) telah matang. Pemerintah akan meningkatkan pelayanan informasi perjalanan secara gratis, dengan sistem tiket dan pelayanan secara pintar agar dapat mempermudah perjalanan bagi mereka yang berwisata mandiri di Taiwan.

Promosi pariwisata sendiri merupakan program demonstrasi pariwisata dengan nama “program lintas batas dan fitur rencana bonus (2015-2018)” serta “pengalaman pariwisata, menyalakan lampu pedesaan”. Pemerintah daerah akan mengadakan konseling pariwisata internasional, menyoroti perkembangan karakteristik pariwisata setempat, pemasaran etnik, dan festival rakyat. Pemerintah juga akan secara aktif mempromosikan pariwisata berbasis adat pedesaan dan kesukuan.

Meskipun Taiwan terkena imbas karena berkurangnya kelompok wisatawan Tiongkok yang datang, namun tingkat kunjungan wisatawan Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tenggara semakin meluas. Jumlah kunjungan wisatawan ke Taiwan pada tahun 2016 masih cukup tinggi dengan statistik berada di kisaran 10 juta 690 ribu wisatawan. Dengan kebijakan selatan, bebas visa bagi warganegara Thailand tahun lalu, pengunjung telah mendekati 2 kali lipat dibandingkan kunjungan pada tahun sebelumnya. Di tahun 2017 ini, dengan “Tourism 2020: Strategi Pembangunan Pariwisata Taiwan Berkelanjutan” pariwisata Taiwan tentunya akan semakin menjanjikan di masa depan!

 

Informasi terkait lainnya:

Kantor Perdagangan Internasional Eksekutif Yuan “Kebijakan Selatan Baru”:

https://www.moea.gov.tw/MNS/otn/content/SubMenu.aspx?menu_id=19281

Biro Pariwisata Kementerian Transportasi dan Komunikasi, “Laporan Pariwisata Kebijakan Selatan Baru”:

http://admin.taiwan.net.tw/public/public.aspx?no=416

Top