To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Penduduk Baru ini Tidak Kenal Kata Menyerah dan Mendapatkan Dukungan dari Sekitar

2017-03-29 13:30

 Li Yujin (tengah), Huang Senyong (kiri) dan sang putrid Huang Jingwen menikmati kebahagiaan setiap hari (foto Reporter Lin Peihun)

Li Yujin (黎玉錦) adalah seorang penduduk baru yang berasal dari Vietnam dan telah menetap di Taiwan selama 15 tahun. Suaminya selalu mendukung dan membantunya belajar bahasa Mandarin. Hal ini membuatnya merasa nyaman meskipun berada di lingkungan yang asing dan dapat terus berjuang menghadapi berbagai tantangan yang ada. Keadaan ini pun yang membuatnya dapat dengan mudah beradaptasi dan membangun keluarga bahagia, selain membantu teman-temannya yang lain untuk menjadi orang Taiwan yang lebih baik.

Ketika berumur 22 tahun, Li Yujin tidak dapat berbicara bahasa Mandarin, Hokkien Taiwan, ataupun menulis aksara kanji Cina. Ia mengenal sang suami melalui acara kencan buta dan ia pun bermimpi indah dengan menikah dan menetap di Taiwan. Sayangnya, di dalam kenyataan, ia harus bangun dari mimpi tersebut.

Pada saat itu, Li mencari pekerjaan di Taichung, hingga akhirnya diterima bekerja di sebuah pabrik dengan gaji yang kurang memadai. Para pekerja lain mengira ia tuli dan bodoh, karena tidak dapat berkomunikasi dengan yang lainnya. Karena ingin menghemat, Li tidak membelanjakan uangnya untuk makan, seringkali merasa lapar di pagi hari hingga malam hari, setelah pulang ke rumah baru makan.

Suatu hari di depan pabrik, ketika sedang menanti sang suami, teman kerjanya Liu Fengsi bertanya dengan ramah, “apakah kamu sudah makan?” “apakah kamu lapar?” Keadaan tersebut membuat situasi berubah.

“Saya selalu ingat rasa mie Yangchun yang diberikan Liu Fengsi, ia adalah penyelamat hidupku!” kata Li. Saat itu adalah saat di mana pertama kali ada orang lain yang peduli padanya. Ia hanya dapat berkata terima kasih dalam bahasa Mandarin, namun hatinya merasa sangat hangat dan mereka menjadi sahabat, membuatnya juga berani berkomunikasi dengan teman-teman kerja lainnya.

Suami Li, Huang Senyong (黃森勇) adalah pilar utama kehidupan Li. Demi membantu sang istri “berbicara”, Huang menunjuk buah dan mengajarkannya bagaimana pelafalan dan cara pengucapannya. Li menggunakan bahasa Vietnam untuk menulis dan mengucapkannya sampai benar, mencoba berbicara dan menuliskannya selama lebih dari 10 tahun. Anaknya, Huang Jingwen (黃靖雯) juga belajar bahasa Vietnam.

Li Yujin sangat berterima kasih kepada sang suami yang mengajarkannya bahasa Mandarin, Liu Fengsi yang telah menjadi seorang sahabat yang tulus, serta putrinya yang selalu memberikan dukungan, membuatnya lebih mudah berintegrasi dalam komunitas, berkomunikasi dengan lancar, dan hubungan antar teman serta orang-orang lain juga menjadi lebih mudah. Suaminya senang bernyanyi dan sang putri senang bermain gitar. Setiap malam selesai bekerja, Li menikmati kebersamaan dengan keluarganya yang bahagia.

Top