To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Masyarakat Indonesia di Taiwan Harus Melindungi Diri dari Radikalisme dan Narkoba

2018-11-23 17:40

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, masalah PMI di Taiwan terdiri dari dua (2) kategori yakni masalah industrial (gaji tidak dibayar, overcharging ) dan masalah non industrial (kurir narkoba, radikalisme agama dan pergaulan bebas) (sumber: BNP2TKI)

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, masalah PMI di Taiwan terdiri dari dua (2) kategori yakni masalah industrial (gaji tidak dibayar, overcharging ) dan masalah non industrial (kurir narkoba, radikalisme agama dan pergaulan bebas) (sumber: BNP2TKI)

Pada tanggal 10-11 November 2018 lalu, Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyelenggarakan acara kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini mengundang para perwakilan dari seluruh organisasi dan komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. FGD kali ini mengambil tema Peningkatan Kapasitas Komunitas PMI di Taiwan bertempat di ruang meeting Masjid Longgang, Chungli, Taiwan.
Dalam sambutannya, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, bahwa saat ini masalah PMI di Taiwan ada dua (2) kategori yakni masalah industrial yaitu gaji tidak dibayar, overcharging (biaya beban berlebih) dan masalah non industrial meliputi kurir narkoba, radikalisme agama serta pergaulan bebas. Permasalahan industrial dapat ditangani melalui saluran pengaduan KDEI Taipei,  namun masalah non industrial untuk saat ini belum ada saluran khusus yang dapat mengatasinya.
Lebih lanjut, Kepala BNP2TKI menjelaskan secara singkat tentang pencegahan dan penanggulanan bahaya radikalisme. Beliau mengharapkan melalui FGD ini para peserta yang umumnya tokoh/pengurus organisasi dan komunitas PMI dapat menjadi mitra dalam menangkal atau mencegah isu-isu yang dapat merugikan PMI Taiwan.
“Ini supaya teman-teman, para ketua/pengurus organisasi mengetahui jika ada tamu dari kelompok tertentu yang menawarkan berbagai pemahaman supaya kita ada frame (paham) yang sesuai, mana yang cocok dan tidak cocok, kita ambil positifnya, negatifnya kita tinggal tapi jangan dimusuhi, tegas Nusron.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan PMI di Taiwan khususnya isu radikalisme dan narkoba di Taiwan serta secara umum dalam rangka meningkatkan pelindungan bagi PMI sehingga tetap terjaganya kerukunan, toleransi antar umat beragama sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan di kalangan PMI di Taiwan maka KDEI Taipei dan BNP2TKI memandang perlu untuk mengumpulkan seluruh organisasi PMI di Taiwan dalam wadah FGD tersebut. Ujar Nusron.
Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi mengapresiasi dan meyampaikan bahwa acara kegiatan FGD yang menghadirkan seluruh perwakilan organisasi/komunitas ini hendaknya dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga dapat meminimalisir permasalahan PMI di Taiwan.

Sumber: KDEI dan BNP2TKI

Top