To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Pandemi Virus Corona Membuat 7 Negara Ini Alami Resesi

2020-08-03 09:50


Ilustrasi resesi(shutterstock)


Ancaman virus corona tak hanya berhenti pada kesehatan manusia, tetapi juga 'menginfeksi' ekonomi global. Hampir semua negara melaporkan penurunan ekonomi akibat virus yang bermula di Kota Wuhan, Hubei, China itu. Dalam situasi terburuk, kondisi itu bisa menuju pada resesi. Indikatornya adalah penurunan pada Produk Domestik Bruto (PDB), merosotnya pendapatan riil, jumlah lapangan kerja, penjualan ritel, dan terpuruknya industri manufaktur.


Korea Selatan
Pada kuartal II tahun ini, Korea Selatan terperosok ke dalam jurang resesi akibat merosotnya ekspor sebagai dampak dari pandemi virus corona. Negara dengan perekonomian terbesar keempat Asia itu mengalami penyusutan ekonomi sebesar 3,3 persen pada kuartal II pada Juni, dilansir dari Reuters, 23 Juli 2020. Dengan kondisi itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan Korea Selatan akan merosot 2,9 persen, menjadi yang terburuk sejak 1998. Kondisi itu disebabkan oleh penurunan ekspor hingga 16,6 persen ada kuartal IV. Padahal, ekspor Korea Selatan berkontribusi terhadap hampir 40 persen dari total ekonomi negara.

Singapura
Bulan Juli 2020 merupakan periode tersulit bagi Singapura. Sebab, Negeri "Singa" itu mengalami resesi terburuknya sejak merdeka pada 1965. Pengalaman sukses masa lalu dalam menghadapi krisis keuangan global tak mampu menolong Singapura untuk terhindar dari resesi kali ini.resesi kali ini memberikan tekanan pada Partai Aksi Rakyat, partai penguasa yang pada pemilihan lalu mengalami kehilangan banyak suara. Untuk mengurangi dampak ekonomi lebih mendalam, Singapura mulai membuka kembali sebagian besar toko dan restoran, seiring menurunnya kasus Covid-19 di negara itu.

Jerman
Pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan mengalami minus 2,2 persen yang membawanya pada resesi. BBC, 16 Mei 2020 memberitakan, ini merupakan penurunan ekonomi Jerman terbesar sejak 2009 ketika terjadi krisis keuangan global. Padahal perekonomian Jerman sudah mulai goyah sebelum virus corona menyebar. Penyebabnya, perang dagang Amerika Serikat dan China turut memberikan dampak kepada aktivitas perekonomian Jerman. Berdasarkan data Kantor Statistik Federal, pertumbuhan ekonomi Jerman juga mengalami minus pada kuartal IV 2019.

Amerika Serikat
Negara adidaya Amerika Serikat juga juga tak luput dari badai resesi. Lesunya perekonomian di Amerika Serikat (AS) akibat pagebluk telah membuat negara tersebut secara resmi masuk ke jurang resesi ekonomi.
Dilansir dari BBC, Selasa (9/6/2020), Biro Riset Ekonomi Nasional AS (NBER) mengumumkan hal tersebut. Pertimbangannya adalah skala dan tingkat keparahan kontraksi ekonomi AS saat ini. NBER menyatakan, kegiatan ekonomi dan angka pengangguran dengan jelas mencapai puncak pada Februari 2020, sebelum anjlok.  Pernyataan NBER mengenai resesi secara resmi mengakhiri periode ekspansi ekonomi selaama lebih dari satu dekade, terlama dalam sejarah AS. Resesi telah diprediksi setelah pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi atau minus 5 persen pada kuartal I 2020.

Jepang
Jepang tak luput dari ancaman jurang resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jepang dilaporkan minus 3,4 persen pada periode Januari-Maret 2020. Meski tak memberlakukan penguncian berskala nasional, namun Negeri Matahari Terbit itu mengumumkan kondisi darurat pada April 2020 dan berdampak buruk bagi bisnis Jepang. Jepang kini tengah menghadapi ancaman virus corona lebih besar, seiring melonjaknya kembali angka infeksi.

Perancis dan Italia
Selain Jerman, Perancis dan Italia juga mengalami resesi. Pada Maret 2020 kemarin, ekonomi kedua negara terhantam oleh pandemi virus corona. Perancis mengalami pertumbuhan ekonomi minus 5,8 persen. Sementara, pertumbuhan ekonomi Italia dilaporkan minus 4,7 persen.


Sumber: Kompas

Top