To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Virus Covid-19 telah menyebar ke berbagai wilayah di dunia, dan membuat berbagai negera mempertimbangkan untuk melakukan Lockdown (Bagian 1)

2020-03-23 10:40


Warga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020)

 

Virus corona penyebab Covid-19 telah menyebar ke berbagai wilayah di dunia. Guna menghindari terjadinya penyebaran virus, sejumlah negara mengambil kebijakan lockdown. Dalam kamus Cambridge, lockdown adalah sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas karena alasan sesuatu yang darurat. Sementara itu, Profesor Hukum Kesehatan dari Washington College of Law Lindsay Wiley, seperti dikutip Vox, Selasa, mengatakan, istilah lockdown atau penguncian bukan istilah teknis yang digunakan oleh pejabat kesehatan masyarakat atau pengacara. Lockdown dapat digunakan untuk merujuk pada apa saja dari karantina suatu wilayah. Keputusan lockdown atau penguncian bisa dibuat di tingkat kota, maupun negara.

 

Berikut ini sejumlah negara yang telah memberlakukan lockdown terkait dengan penyebaran wabah virus corona:

 

1. China

Kondisi di Wuhan, China setelah wabah virus corona. (foto dari ROMAN PILIPEY)

Dilansir dari Business Insider, negara ini menerapkan karantina terbesar dalam sejarah manusia dalam upaya pengendalian virus. Setidaknya penguncian diberlakukan di 16 kota pada akhir Januari. Sementara pada puncaknya karantina berlaku di 20 provinsi dan wilayah menurut The Wall Street Journal. Penguncian pertama berlaku di Wuhan pada 23 Januari. Selanjutnya China mengunci 15 kota lain. Negara ini mencatat ada 3.261 kematian akibat virus corona.

 

2. Italia

Katedral Duomo, Milan, Italia terlihat sepi pengunjung.(foto dari nytimes.com)


Lockdown nasional berlaku mulai 10 Maret. Setidaknya 60 juta warga berada dalam penguncian tersebut. Acara olahraga besar, sekolah dan universitas, museum, pusat budaya, kolam renang dan tempat spa ditutup di seluruh negeri. Sementara transportasi umum dan bandara masih beroperasi akan tetapi hanya perjalanan penting yang diizinkan Semua toko kecuali toko kelontong dan apotek ditutup. Jumlah korban meninggal di Italia sendiri telah menyusul China yang merupakan negara yang disebut asal wabah. Melansir data dari Worldometers, tercatat ada 4.825 kematian hingga Minggu.

 

3. Spanyol

Haro, Spanyol sepi.


Pada Sabtu (14/3/2020) Spanyol menjadi negara Eropa kedua yang memberlakukan karantina nasional. Pemerintah Spanyol memerintahkan 47 juta penduduknya untuk berada di rumah selama 15 hari meskipun ada kemungkinan diperpanjang. Perintah itu memungkinkan orang untuk keluar rumah untuk bekerja, ke bank, janji temu medis, dan membeli barang kebutuhan pokok. Bar, restoran dan hotel ditutup di seluruh negara. Negara ini sendiri memiliki kematian sebanyak 1381 dari 25.496 kasus positif dan 2.125 orang yang sembuh.

 

4. Perancis

Warga mengantre dengan menjaga jarak aman saat memasuki toko roti di Rennes, Perancis, 16 Maret 2020.(foto dari DAMIEN MEYER)


Pada Senin (16/3/2020), Perancis memberlakukan penutupan penuh, melarang pertemuan publik dan masyarakatnya berjalan di luar. Lockdown yang berlaku di Perancis diberlakukan selama 15 hari. Masyarakat diminta tidak keluar rumah kecuali benar-benar diperlukan dan hanya untuk membeli bahan makanan pokok. Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan mereka yang melanggar akan dihukum.

 

5. Irlandia

Irlandia menutup sekolah dan universitas karena virus corona


Irlandia mengumumkan bahwa negara itu akan memberlakukan kuncian di seluruh negara. Semua sekolah, perguruan tinggi, fasiitas penitipan anak dan lembaga budaya ditutup. Pertemuan dalam ruangan dibatasi tak lebih dari 100 orang dan acara di luar ruang tak boleh lebih dari 500 orang.

 

6. El-Salvador

Pemerintah El-Salvador menolak turis dan menkarantina penduduk lokal


Negara ini memberlakukan langkah waspada, termasuk karantina nasional terhadap 6,4 juta warga negaranya. Sekolah ditutup selama tiga minggu, dan orang-orang Salvador yang pulang dari luar negeri diharuskan karantina 30 hari. Orang asing dilarang masuk ke negara itu, serta pertemuan lebih dari 500 orang juga dilarang. Negara ini sendiri, sampai dengan saat ini baru memiliki satu kasus yang dikonfirmasi pada (18/3/2020) menurut Nytimes.

 

7. Belgia

Para pengunjung mengantre di luar supermarket sebelum pemerintah Belgia menerapkan lockdown untuk melawan virus corona pada 18 Maret 2020 siang waktu setempat.(foto dari VES HERMAN)


Negara ini memberlakukan lockdown pada Rabu (18/3/2020). Setidaknya penguncian akan berlangsung hingga 5 April 2020. Pemerintah meminta warga untuk tetap berada di rumah dan membatasi kontak dengan keluarga terdekat. Perjalanan warga dibatasi pada kunjungan ke supermarket, apotek, dan bank atau untuk kasus-kasus darurat. Penerbangan juga diberlakukan penangguhan mulai 21 Maret hingga 19 April.


Untuk Bagian Kedua Virus Covid-19 telah menyebar ke berbagai wilayah di dunia, dan membuat berbagai negera mempertimbangkan untuk melakukan Lockdown (Bagian 2)

Sumber:Kompas

Top