To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Seorang wanita dari Vietnam memasak masakan khas kampung halaman – Restaurant makanan laut sajikan udang gulung

2015-01-23 13:40

 

        Chen Yu Rao dari Vietnam memiliki anak yang sekarang duduk di kelas 3 sekolah dasar. Suaminya ialah seorang nelayan yang tinggal dekat laut. Belasan tahun yang lalu suaminya mengalami kecelakaan dan kehilangan pekerjaannya. Keadaan finansial rumah harus bergantung pada Chen Yu Rao yang bekerja di restoran. Ia melewati hidup yang keras.

        Dua tahun lalu, oleh karena dorongan suami dan saudara lainnya, Chen Yu Rao memperoleh lisensi juru masak dan membuka restoran masakan laut di Donggang pasar ikan. Untuk menunjukkan terimakasih atas bantuan Organisasi Haikou di Pingtung, Chen Yu Rao sengaja memberi nama tokonya dengan sebutan “orang Haikou.” Untuk memenuhi selera orang Taiwan, ia terus menerus menyesuaikan rasa dari masakannya. Ia juga sengaja menyediakan masakan special udang gulung Vietnam. Banyak orang yang menyukainya.

        Chen Yu Rao mengatakan bahwa setelah meninggalkan rumah dan dating ke Taiwan, ia merasa kesepian dan tidak berdaya karena perbedaan Bahasa dan budaya. Ia memahami teman-teman yang dating dari Negara lain dan mengalami kesulitan beradaptasi dengan tempat yang baru. Ia mendampingin teman-teman baru yang datang ke Asosiasi Haikou di Pingtung mengenai sekolah, komunikasi. Mereka juga saling mendukung. Mereka sangat menyambut para penduduk baru yang datang.

        Sekarang Chen Yu Rao sering pergi ke komunitas sekitar untuk berbagi pengalamannya beradaptasi di Taiwan dan pengalaman kewirausahaannya. Ia membantu para penduduk baru agar suatu hari mereka memiliki kesempatan tersebut.

        Ketua komunitas Haikou di Pingtung, Cheng Hong Zhi mengatakan selama lebih dari 10 tahun asosiasi ini selalu membantu para warga baru agar dapat berintegrasi dengan Taiwan. Hal ini termasuk Bahasa, budaya dan kehidupan sehari-hari. Ia melihat satu per satu saling mendukung dan membantu sesama agar suatu hari mereka akhirnya dapat berintegrasi di Taiwan. Hal ini membuatnya senang. Ia berharap semakin banyak relawan bergabung dalam asosiasi ini untuk membantu para warga baru agar Taiwan dapat menjadi kampung halaman kedua mereka.

 

(Narasumber: United Daily News)

 

Top