To the central content area :::
laporan khusus-內頁
::: To the bottom Area

Sulit untuk mengajarkan anak-anak pekerjaan rumah – Pasangan asing dari Indonesia mengharapkan bantuan dari pemerintah

2015-02-02 13:40

 

        Zhang Ma Li ialah seorang etnis keturunan Cina. Ibunya berasal dari Fujian, Cina. 22 tahun yang lalu ia menikah pada seorang asal Taiwan. Awalnya ia mengira tidak akan menghadapi masalah yang terlalu besar. Namun ternyata satu kata Mandarin pun tidak dapat terucap dari mulutnya. Setelah ia tiba di Taiwan, ia baru menyadari bahwa komunikasi ialah kendala utamanya.

        Bahkan ketika ia pergi ke pasar, ia hanya dapat menggunakan Bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Ia kadang juga meminta suaminya untuk menuliskan jenis sayuran yang mau dibeli diatas kertas agar mudah baginya ketika pergi ke pasar.

        Zhang Ma Li akhirnya memutuskan untuk belajar Bahasa Mandarin sendiri. Ia membeli kaset rekaman. Ia mulai belajar dari fonetik fonetik Mandarin (Bo Po Mo Fo). Di rumah ia juga menonton TV dan belajar nada-nada dalam Bahasa Mandarin. Akhirnya ia dapat berdialog untuk hal-hal yang sederhana.

        Ketika putrinya masuk sekolah dasar, ia kembali menghadapi masalah. Ia dapat berkomunikasi untuk hal-hal sederhana namun ia buta huruf. Ia tidak dapat membimbing anaknya mengerjakan pekerjaan rumah. Ia harus menghabiskan uang untuk menyekolahkan anaknya ke tempat les.

        Zhang Ma Li menyadari bahwa banyak pasangan asing yang tidak dapat membantu anak-anaknya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Banyak juga yang tidak memiliki dana cukup untuk menyekolahkan anaknya ke tempat les. Hal tersebut dapat menyebabkan sang anak tertinggal dalam pelajarannya di sekolah. Dia percaya bahwa pemerintah dapat membantu masalah ini dengan membuka tempat les dengan biaya rendah. Hal ini dapat membantu keluarga-keluarga penduduk baru dan dapat memperkuat masa depan Negara.

        Sambal, mie instan dan makanan ringan dari Indonesia di took Zhang Ma Li sangat laris. Selera Indonesia berbeda dengan Taiwan. Sambal ialah makanan yang hamper dikonsumsi setiap kali orang Indonesia makan. Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, mereka tidak makan daging babi. Namun banyan mie instan di Taiwan yang mengandung babi. Mie instan di tokonya ialah mie instan kesukaan orang-orang Indonesia.

        Ia mengatakan pulau indah dengan orang-orang yang ramah. Sejak awal ia sudah merasakan bahwa Taiwan ialah rumahnya. Ia berharap orang lain dapat lebih menerima para pasangan asing yang tinggal di Taiwan agar akhirnya dapat mewujudkan masyarakat plural yang benar benar inklusif.

 

(Narasumber: United Daily News)

 

Top