按下ENTER到主內容區
:::

Indonesia memilih untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat guna menghindari eskalasi perang dagang.

Kebijakan tarif global Amerika Serikat telah memberikan pukulan berat terhadap sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. (Foto: Diambil dari Pexels)
Kebijakan tarif global Amerika Serikat telah memberikan pukulan berat terhadap sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. (Foto: Diambil dari Pexels)

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif 32% terhadap produk Indonesia, pemerintah Indonesia menyatakan akan memilih jalur diplomasi daripada mengambil tindakan balasan.

Kebijakan tarif global ini diumumkan pada 2 April dan memberikan dampak besar terhadap sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada hari Minggu, 6 April, mengatakan bahwa pemerintah akan mencari solusi yang dapat diterima kedua belah pihak melalui dialog, demi menjaga hubungan perdagangan bilateral jangka panjang dan stabilitas ekonomi.

Ia menyatakan, &ldquoStrategi ini mempertimbangkan kepentingan jangka panjang perdagangan bilateral, sekaligus menjaga iklim investasi dan kestabilan ekonomi.&rdquo Pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada sektor-sektor yang terdampak, seperti industri garmen dan alas kaki.Pemerintah Indonesia mengumpulkan data dari perusahaan-perusahaan untuk merumuskan strategi guna meredam dampak dari tarif Amerika Serikat. (Foto: Diambil dari Pexels)Pemerintah Indonesia mengumpulkan data dari perusahaan-perusahaan untuk merumuskan strategi guna meredam dampak dari tarif Amerika Serikat. (Foto: Diambil dari Pexels)

Tarif tersebut akan mulai berlaku pada Rabu, 9 April, dan akan dikenakan terhadap Indonesia serta lima negara Asia Tenggara lainnya.

Pemerintah Indonesia sedang mengumpulkan data dari pelaku usaha untuk menyusun strategi penanganan dampak kebijakan tarif AS. Selain itu, Indonesia juga menjajaki jalur perdagangan alternatif dengan negara-negara Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada AS dan Tiongkok. Indonesia juga akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintahan Trump.

Menurut data resmi, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 16,8 miliar terhadap AS tahun lalu. Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia, dengan produk utama meliputi peralatan elektronik, pakaian, dan alas kaki.

Berita Populer

回到頁首
Loading