Banyak orang kerap mengalami mudah lelah, pusing, atau wajah tampak pucat. Ahli gizi mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan asupan zat besi yang tidak mencukupi. Zat besi merupakan nutrisi penting dalam pembentukan hemoglobin, dan kekurangan jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan tubuh mengangkut oksigen.
Ahli gizi Sandy dari Sandy Love Healthy, menjelaskan bahwa kebutuhan zat besi harian orang dewasa sekitar 10 miligram untuk pria dan 15 miligram untuk wanita. Zat besi dalam makanan dibedakan menjadi zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme berasal dari sumber hewani dan memiliki tingkat penyerapan lebih tinggi, sedangkan zat besi non-heme umumnya berasal dari sumber nabati dengan tingkat penyerapan yang lebih rendah.
Ia menambahkan bahwa dalam keseharian, masyarakat tidak perlu terlalu fokus pada klasifikasi tersebut. Selama pola makan seimbang dan makanan kaya zat besi rutin dikonsumsi, risiko kekurangan zat besi relatif rendah. Namun, bagi mereka yang mengonsumsi suplemen zat besi, dosis perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dan membebani tubuh.
Sumber zat besi hewani meliputi darah babi, darah bebek, hati babi, abalon kecil, dan kerang, yang dikenal memiliki daya serap lebih baik. Sementara itu, sumber nabati seperti wijen hitam, kedelai hitam, kacang merah, daun ginseng merah, dan bayam merah dapat dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan, sehingga menjadi pilihan bagi vegetarian.
Ahli gizi juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi zat besi bersamaan dengan kalsium, menghindari teh dan kopi saat makan, serta menambahkan vitamin C dari buah atau jus segar guna membantu penyerapan zat besi.
Sumber: Laman Facebook Sandy Love Healthy