Belakangan ini banyak masyarakat menerima pesan LINE dari teman atau kerabat yang mengajak memberikan suara untuk lomba menggambar anak, kontes hewan peliharaan, atau kompetisi fotografi. Sekilas permintaan tersebut tampak seperti bantuan biasa, tetapi sebenarnya bisa menjadi modus penipuan untuk mencuri akun LINE. Pusat Anti-Penipuan 165 mengingatkan, apabila halaman pemungutan suara meminta pengguna masuk ke akun LINE atau memasukkan nomor ponsel, kata sandi LINE, maupun kode verifikasi SMS, masyarakat harus segera waspada agar akun tidak diretas.
Menurut Pusat Anti-Penipuan 165, pelaku penipuan biasanya terlebih dahulu mengambil alih akun LINE milik seseorang. Setelah itu, mereka menyamar sebagai pemilik akun dan mengirimkan tautan voting palsu kepada seluruh teman di daftar kontak. Karena pesan berasal dari orang yang dikenal, banyak penerima menjadi lengah dan mengikuti instruksi yang diberikan. Akibatnya, akun LINE mereka ikut diambil alih dan kembali digunakan untuk menipu orang lain.
Pusat Anti-Penipuan 165 menegaskan bahwa kegiatan voting online yang resmi tidak akan pernah meminta pengguna memasukkan kata sandi LINE maupun kode verifikasi SMS. Meskipun pesan tersebut dikirim oleh teman atau anggota keluarga, masyarakat tetap disarankan untuk menghubungi yang bersangkutan melalui telepon atau cara lain guna memastikan kebenarannya sebelum mengklik tautan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mengingat tiga prinsip penting, yaitu jangan mengklik tautan yang tidak dikenal, jangan memasukkan kata sandi LINE, dan jangan pernah memberikan kode verifikasi SMS kepada siapa pun. Jika menduga akun LINE telah diretas, segera ubah kata sandi, beri tahu teman dan keluarga agar tidak menjadi korban berikutnya, serta hubungi Hotline Anti-Penipuan 165 apabila menemukan indikasi penipuan.