Jamu Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia
Minuman herbal tradisional Indonesia, jamu, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkuat wisata kesehatan di Indonesia.Dalam sebuah diskusi di The 1O1 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta, akademisi Politeknik Sahid Jakarta, Rita Ritasari, menyampaikan bahwa jamu merupakan bagian penting dari warisan budaya, gastronomi, ekonomi kreatif, dan wellness tourism yang sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang didorong UN Tourism.Menurutnya, pemanfaatan bahan baku lokal tidak hanya membantu menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mendukung keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ia juga menilai wisatawan mancanegara, terutama dari Jepang, menunjukkan minat yang semakin besar terhadap pengalaman menikmati jamu.Rita menambahkan bahwa pelestarian jamu sebagai identitas budaya perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat bagi sektor pariwisata sekaligus menjaga warisan tradisional.Sementara itu, sektor perhotelan juga mulai menghadirkan pengalaman budaya melalui penyajian jamu. Corporate Brand & Marcom Manager PHM Hotels, Greta Indri, mengatakan bahwa industri hospitality kini berupaya menawarkan pengalaman yang lebih bermakna melalui pendekatan budaya dan storytelling. Restoran The 1O1 Sedayu Dharmawangsa juga menghadirkan konsep jamu omakase untuk memperkenalkan jamu kepada generasi muda dan wisatawan internasional.