Proses pembersihan sekolah-sekolah terdampak bencana di wilayah Aceh Utara, Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang terus dipercepat menjelang dimulainya semester baru pada 5 Januari 2026. Personel TNI Angkatan Darat dikerahkan ke berbagai titik guna memastikan siswa dapat kembali bersekolah dengan aman.
Sejak 3 Januari, TNI membersihkan sejumlah sekolah, mulai dari madrasah, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga taman kanak-kanak. Pembersihan dilakukan di dalam dan luar gedung sekolah dengan menyiram lumpur yang telah mengeras serta mengangkut material sisa banjir dan longsor.
Di beberapa sekolah, proses pembersihan menunjukkan kemajuan signifikan, sementara di lokasi lain masih diperlukan alat berat seperti ekskavator untuk mempercepat penanganan lumpur.
Pemerintah menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap dimulai sesuai jadwal. Untuk sekolah yang rusak berat, tenda darurat disiapkan sebagai ruang kelas sementara. Selain itu, diterapkan tiga skenario pembelajaran berdasarkan fase tanggap darurat, transisi, dan pemulihan, dengan metode belajar yang fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lapangan.