按下ENTER到主內容區
:::

Kuliner Betawi Kampung Tugu yang Dipengaruhi Budaya Portugis

Pisang udang khas Kampung Tugu dengan isian pasta udang berbumbu(Foto sayangperut.com)
Pisang udang khas Kampung Tugu dengan isian pasta udang berbumbu(Foto sayangperut.com)

Kuliner Betawi umumnya dikenal mendapat pengaruh dari budaya Tionghoa, Belanda, dan Arab. Namun, kuliner Betawi di Kampung Tugu memiliki ciri khas tersendiri karena kuatnya pengaruh budaya Portugis.

Hal ini tidak terlepas dari sejarah pemukiman Portugis di Kampung Tugu yang telah berlangsung sekitar 300 tahun. Hingga kini, berbagai hidangan khas tersebut masih dapat dijumpai dan menjadi identitas kuliner lokal.

Salah satunya adalah Gado-gado Siram. Secara konsep mirip dengan gado-gado pada umumnya, namun sayuran yang digunakan adalah bayam, bukan kangkung. Bumbu kacang tidak diulek bersama sayuran, melainkan disiram langsung di atasnya.

Pisang Udang merupakan camilan khas Kampung Tugu yang menyerupai nagasari. Hidangan ini dibungkus daun pisang dan dikukus, terbuat dari adonan tepung beras dan parutan pepaya muda, dengan isian udang berbumbu di bagian tengah.

Apem Kinca juga menjadi sajian khas, dengan ukuran lebih besar dibanding apem biasa. Penambahan nasi dalam adonan menjaga warna putih apem tetap cerah saat difermentasi. Kue ini disajikan dengan kinca atau gula merah cair.

Sementara itu, Pindang Serani merupakan hidangan ikan bandeng berkuah kuning yang berasal dari kunyit, dipadukan dengan jahe, bawang putih, bawang merah, serai, belimbing wuluh, dan cabai, menciptakan rasa segar dan khas.

Berita Populer

回到頁首
Loading