Labu dikenal manis dan bergizi, serta menjadi bahan makanan yang umum di Taiwan. Daerah produksi utamanya meliputi Tainan, Chiayi, Yunlin, Hualien, dan Kaohsiung, sehingga hampir dapat dinikmati sepanjang tahun. Kementerian Pertanian Taiwan baru-baru ini membagikan tips penyimpanan labu melalui media sosialnya agar masyarakat dapat memperpanjang kesegaran bahan makanan tersebut.
Labu utuh yang belum dipotong dapat disimpan di tempat sejuk dan memiliki sirkulasi udara baik selama lebih dari 30 hari pada suhu ruangan. Bahkan, rasa labu akan menjadi lebih manis setelah disimpan beberapa waktu. Jika labu sudah dibelah dua, disarankan membungkusnya dengan plastik atau menyimpannya dalam kantong kedap udara di lemari pendingin selama sekitar 5 hingga 7 hari tanpa perlu membuang bijinya.
Untuk labu yang telah dipotong kecil atau diiris, cara terbaik adalah menyimpannya di freezer dan dapat bertahan lebih dari 30 hari. Saat dimasak, labu tidak perlu dicairkan terlebih dahulu dan bisa langsung digunakan untuk sup, tumisan, atau kukusan.
Selain itu, sebelum memotong labu, masyarakat juga dapat memanaskannya sebentar menggunakan rice cooker dengan sedikit air sekitar 3 hingga 5 menit agar teksturnya lebih lunak dan mudah dipotong.
Labu juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti sup labu, bubur labu, labu kukus, bihun labu, hingga roti kukus labu.