Layanan Anti-Penipuan 165 dari Badan Kepolisian Nasional Taiwan (NPA) baru-baru ini mengingatkan bahwa penipuan dengan modus “hadiah gratis, hanya bayar ongkos kirim” kembali marak di media sosial seperti Instagram, Threads, dan platform serupa, memancing pengguna untuk mengklik tautan mencurigakan dan terjebak dalam aksi penipuan.
Polisi menjelaskan bahwa unggahan penipuan sering mengklaim memberikan tas belanja, boneka, atau hadiah lainnya secara gratis dengan syarat membayar ongkir. Setelah mengklik tautan, pengguna kerap diarahkan ke halaman palsu yang menyerupai situs layanan logistik atau transaksi, bahkan muncul pesan seperti “verifikasi identitas belum selesai” untuk meminta data pribadi. Selanjutnya, pelaku yang menyamar sebagai layanan pelanggan akan menghubungi korban dengan alasan membantu verifikasi, lalu meminta transfer uang, membeli top-up poin, atau meminta informasi penarikan tunai tanpa kartu.
Layanan Anti-Penipuan 165 menegaskan bahwa platform logistik atau transaksi yang sah tidak akan pernah meminta transfer uang, pembelian poin, atau informasi penarikan tanpa kartu. Permintaan semacam itu sangat mungkin merupakan penipuan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penawaran yang tidak jelas sumbernya dan tidak tergesa-gesa mengklik tautan atau memberikan informasi pribadi.
Jika ragu, warga disarankan untuk memeriksa informasi secara daring atau menghubungi layanan Anti-Penipuan 165, serta membantu mengingatkan keluarga dan teman guna mengurangi risiko menjadi korban penipuan.