Untuk menekan praktik mengemudi tanpa SIM dan mengurangi kecelakaan lalu lintas, peraturan lalu lintas jalan yang telah direvisi resmi berlaku mulai 31 Januari 2026. Berdasarkan aturan baru ini, siapa pun yang tertangkap mengemudi tanpa SIM akan dikenai denda yang lebih tinggi, kendaraan langsung ditahan, serta diwajibkan mengikuti dan membayar sendiri kelas keselamatan lalu lintas, tanpa memandang usia.
Biro Jalan Raya Taiwan menyatakan bahwa kasus mengemudi tanpa SIM terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan telah menjadi faktor penting yang memengaruhi keselamatan jalan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 20.000 kasus pengemudi di bawah umur tanpa SIM, sementara kasus pada orang dewasa mencapai sekitar 260.000, menandakan bahwa pelanggaran ini sudah meluas. Oleh karena itu, sistem pelatihan diperluas dengan menambahkan “kelas pelanggaran mengemudi tanpa SIM” untuk memperkuat edukasi dan pembinaan.
Sesuai ketentuan baru, denda maksimum bagi pengemudi mobil tanpa SIM dinaikkan menjadi NT$60.000, sementara pengendara sepeda motor tanpa SIM dapat dikenai denda hingga NT$36.000. Pelanggaran dua kali dalam sepuluh tahun akan langsung dikenai denda maksimum, dan pelanggaran tiga kali atau lebih akan dikenai sanksi tambahan. Kelas wajib berdurasi tiga jam dengan biaya NT$200 per jam, mencakup pengenalan risiko jalan, prosedur memperoleh SIM, peraturan lalu lintas dan tanggung jawab hukum, serta penggunaan sistem bantuan pengemudi secara benar.
Biro Jalan Raya mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa batas maksimum denda bagi pengemudi tanpa SIM telah dihapus, sehingga biaya pelanggaran meningkat tajam. Melalui kombinasi sanksi dan pelatihan, kebijakan ini bertujuan mendorong masyarakat memperoleh SIM secara legal dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas.