Mengajarkan empati sejak dini penting untuk membentuk karakter anak. Di usia balita, anak cenderung egosentris sehingga orang tua perlu menanamkan nilai kepedulian dengan konsisten. Psikolog pendidikan Anggi Gracia Sigalingging dari Sekolah Cikal Lebak Bulus membagikan tiga tips praktis:
Pertama, orang tua harus menjadi teladan dengan menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu tetangga atau menunjukkan perhatian pada perasaan orang lain. Kedua, luangkan waktu khusus untuk berdiskusi dan refleksi, misalnya melalui membaca buku cerita dan mengajukan pertanyaan yang membantu anak memahami perasaan orang lain. Ketiga, berikan apresiasi saat anak menunjukkan perilaku empati, seperti memeluk teman yang sedih atau berbagi mainan.
Mengajarkan empati pada anak usia dini dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter mereka di masa depan.
Pujian yang spesifik akan memperkuat perilaku positif ini. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peka, mampu membangun hubungan sehat, serta berkontribusi positif di masyarakat.