Masuknya gelombang udara dingin menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam semakin besar. Cuaca dingin dan lembap dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah serta peningkatan tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung akut dan stroke. Badan Promosi Kesehatan Nasional Taiwan mengingatkan penderita penyakit kronis, pasien kardiovaskular, dan lansia untuk lebih waspada terhadap perlindungan kesehatan selama musim dingin guna mengurangi risiko kesehatan.
Berdasarkan statistik tahun 2024 dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah otak menempati peringkat kedua dan keempat penyebab kematian, dengan sekitar 36.000 kematian setiap tahun. Menghadapi tantangan cuaca dingin, otoritas kesehatan memperkenalkan “4 langkah perlindungan jantung dan otak” untuk membantu masyarakat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular.
Langkah pertama adalah menghindari aktivitas di luar ruangan pada pagi hari dan sore hari saat suhu paling rendah, serta disarankan pergi bersama keluarga atau teman bila perlu. Langkah kedua, mengenakan pakaian sesuai suhu, terutama menjaga kehangatan kepala, leher, dan ujung anggota tubuh sambil tetap mempertahankan kelenturan gerak. Langkah ketiga, meskipun cuaca dingin, tetap perlu mencukupi cairan dengan minum air hangat secara teratur dan menghindari minuman manis, berkafein, atau beralkohol.
Langkah terakhir adalah mengenali tanda peringatan serangan jantung dan stroke seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, pusing, atau kesulitan tersenyum, mengangkat tangan, dan berbicara. Jika gejala muncul, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan tepat waktu.