Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Tidur Sedunia. Kualitas tidur kini menjadi perhatian banyak orang. Stres, perubahan emosi, atau perubahan jadwal dapat menyebabkan insomnia sementara. Jika sulit tidur lebih dari tiga hari seminggu selama lebih dari tiga bulan, kondisi ini bisa termasuk insomnia kronis. Di Taiwan sekitar 10,7% orang mengalami kondisi ini.
Banyak orang langsung memilih obat tidur ketika sulit tidur. Dokter Huang Shou-Hung dari Rumah Sakit Kota Taipei cabang Songde mengatakan obat memang dapat membantu tidur lebih cepat. Namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti menurunnya konsentrasi.
Dalam praktik medis, insomnia bisa menjadi penyakit tersendiri atau berkaitan dengan stres dan pola hidup yang tidak teratur. Dokter biasanya melakukan evaluasi terlebih dahulu, lalu menyarankan perbaikan kebiasaan tidur, terapi perilaku untuk insomnia, dan obat bila diperlukan.
Selain metode tersebut, ada juga terapi tambahan seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). Terapi ini menggunakan medan magnet untuk menstimulasi jaringan saraf yang berkaitan dengan emosi dan tidur. Rumah sakit juga menyediakan layanan konseling psikologis dan akan membuka layanan konseling bahasa Inggris pada April 2026.