Untuk mempromosikan ibadah ramah lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup baru-baru ini menggelar konferensi pers di Kelenteng Moucha Zhongshun, Kota Taipei. Bersama Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Kota Taipei, kelenteng lokal, dan tim akademis NTU, mereka mengampanyekan kebijakan “Tiga Cara Baru Pembakaran” yang berfokus pada pembakaran alternatif, secukupnya, dan terpusat demi menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
Kelenteng Moucha Zhongshun di Kota Taipei memasang sistem pemantau kualitas udara demi menjaga tradisi agama sekaligus kesehatan umat. (Foto / Disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup)
Sebagai percontohan, Kelenteng Moucha Zhongshun aktif menerapkan inovasi seperti mengganti uang kertas dengan beras, membatasi satu dupa per wadah, dan menghentikan penggunaan tungku mandiri untuk beralih ke pengangkutan terpusat. Kelenteng ini juga bekerja sama dengan NTU memasang pemantau kualitas udara dan sistem pemurni udara real-time. Program ini meraih juara pertama kategori Keberlanjutan Ekologi pada Global Views USR Awards 2026.
Menurut statistik, pada tahun 2025 pengurangan uang kertas sembahyang nasional mencapai 3.929 ton (2,67 kali lipat dari tahun 2024), sementara pengumpulan pembakaran terpusat mencapai 39.600 ton (naik 22%). Angka ini membuktikan meningkatnya kesadaran masyarakat. Kementerian mengimbau publik dan kelenteng untuk terus mendukung gerakan ini dengan mengalihkan anggaran uang kertas ke kegiatan amal atau memanfaatkan pengangkutan terpusat.