Apakah neraka hanya dunia dalam kepercayaan agama, atau cerminan ketakutan dan hasrat manusia? National Taiwan Museum of Fine Arts (NMoFA) menghadirkan pameran imersif “Hell Realm” di U-108 SPACE hingga 27 September. Pameran ini menggabungkan video, tata suara, aksi ritual, dan instalasi ruang untuk membawa pengunjung dalam perjalanan sensorik antara dunia nyata dan alam baka.
Karya ini merupakan kolaborasi seniman Yao Jui-Chung dan tim seni media baru Hi-Quality. Terinspirasi dari budaya kepercayaan rakyat Taiwan tentang neraka, pameran ini mengangkat pertanyaan “Apakah neraka dapat lenyap?” serta menafsirkan ulang unsur-unsur seperti pembacaan doa ritual, pertobatan, hukuman, ritual penghantaran arwah, dan penebusan dosa melalui bahasa seni kontemporer.
“Hell Realm” memadukan proyeksi besar, tata suara surround, dan instalasi ruang untuk menafsirkan kembali budaya neraka dalam kepercayaan rakyat Taiwan melalui seni kontemporer.(Foto/National Taiwan Museum of Fine Arts/Fotografer: Wang Shih-Pang, ANPIS FOTO)
Melalui proyeksi berskala besar, sistem audio surround, dan desain ruang yang imersif, pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengalaman ritual yang dibangun dalam karya. Seniman Yao Jui-Chung berharap pameran ini dapat mengajak masyarakat merenungkan nilai kehidupan, sebab-akibat, serta pesan moral “jangan berbuat jahat dan perbanyak kebajikan”.
Tim Hi-Quality juga memanfaatkan survei lapangan, pemindaian 3D, dan pemodelan digital untuk merekonstruksi berbagai lanskap budaya neraka Taiwan. Pengunjung akan diajak melewati gua gelap, sepuluh pengadilan neraka, hingga Jembatan Naihe dalam pengalaman yang memadukan refleksi spiritual dan seni kontemporer.