Perubahan pola makan, aktivitas padat, atau cuaca yang tidak stabil kerap memicu sakit kepala, gangguan pencernaan, hingga flu. Sebagian orang memilih meminum obat yang diberikan kerabat demi kepraktisan, tanpa menyadari risiko yang mungkin timbul. Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) mengingatkan bahwa kondisi tubuh, riwayat penyakit, dan kebutuhan obat setiap orang berbeda. Meski gejalanya mirip, jenis dan dosis obat yang tepat bisa berbeda, sehingga penggunaan tanpa evaluasi tenaga medis berisiko menimbulkan duplikasi obat atau reaksi alergi.
Sebagai contoh, banyak orang menggunakan obat pereda nyeri yang mengandung acetaminophen sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika kemudian mengonsumsi obat flu atau penurun demam yang dijual bebas dengan kandungan serupa, dosis total dapat melebihi batas aman dan meningkatkan risiko efek samping, termasuk beban pada hati.
Bagi yang memiliki alergi obat tertentu, penggunaan obat dengan struktur serupa juga dapat memicu reaksi alergi. Karena itu, saat merasa tidak sehat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, menjelaskan riwayat kesehatan dan obat yang sedang digunakan.
Sebelum minum obat, baca label dan petunjuk dengan saksama, serta hindari menambah atau mengurangi dosis sendiri maupun berbagi obat dengan orang lain. Kebiasaan penggunaan obat yang benar membantu melindungi kesehatan.