Seiring meningkatnya kesadaran akan kanker payudara, semakin banyak perempuan bersedia menjalani pemeriksaan dan langsung berkonsultasi jika ditemukan kelainan. Ketika tumor payudara terdeteksi, pasien sering bertanya: &ldquoApakah tumor bisa berubah menjadi ganas jika terlalu lama?&rdquo &ldquoApakah tumor jinak harus dioperasi?&rdquo
Semakin banyak wanita bersedia menjalani pemeriksaan skrining payudara (Gambar/sumber: Heho Health)
Pemeriksaan mandiri sulit mendeteksi dini&mdashskrining rutin lebih penting
Ditjen Promosi Kesehatan Nasional Taiwan memberikan mamografi gratis untuk wanita usia 45&ndash69. Menurut Dr. Luo Zhu-chun dari Rumah Sakit Chengda, tumor yang bisa diraba biasanya sudah >2 cm. Tumor kecil dan dalam perlu deteksi lewat imaging.
Jenis tumor jinak umum pada payudara
- Fibrokistik: paling umum, sering terasa nyeri mengikuti siklus menstruasi
- Fibroadenoma: umum pada usia 15&ndash35 tahun, bulat, keras, dapat digerakkan
- Tumor phyllodes: bentuk seperti daun, jarang (~1%), bisa jinak atau ganas, perlu biopsi
- Kista payudara: umum di usia 30&ndash40, didiagnosis dengan USG dan aspirasi cairan
Tiga faktor penentu perlunya operasi
- Sel jinak dengan risiko prakanker
- Hasil imaging dan biopsi tidak konsisten
- Tumor tumbuh dan dapat mengubah bentuk payudara
Operasi tradisional vs. minimal invasif
Operasi tradisional untuk semua ukuran tapi bisa meninggalkan bekas luka
Operasi minimal invasif dengan alat hisap khusus, sayatan hanya 0,5 cm, cocok untuk tumor <3 cm dan juga dapat sekaligus mengangkat tumor lain di sekitarnya, pemulihan setelah operasi cepat dan tidak meninggalkan bekas sayatan yang besar.
Dr. Luo Zhu-chun menegaskan, &ldquoMeskipun memilih tidak operasi pada tumor jinak, tetapi tumor tetap harus dipantau tiap 3&ndash12 bulan untuk memastikan kesehatan aman.&rdquo
Dr. Lo Chu-chun, Dokter Bedah Payudara di Rumah Sakit Universitas Cheng Kung (Gambar/sumber: Heho Health)