按下ENTER到主內容區
:::

5 Modus Penipuan Utama pada 2026 Terungkap, Penipuan Investasi dan Deepfake AI Semakin Marak

Pusat Pencegahan Penipuan 165 mengingatkan bahwa modus penipuan terus berkembang, mulai dari investasi palsu dan penyamaran aparat hingga deepfake AI, penipuan asmara, dan phishing. Masyarakat diimbau waspada terhadap telepon atau pesan mencurigakan dan melakukan verifikasi sebelum bertindak. (Foto/Pusat Pencegahan Penipuan 165)
Pusat Pencegahan Penipuan 165 mengingatkan bahwa modus penipuan terus berkembang, mulai dari investasi palsu dan penyamaran aparat hingga deepfake AI, penipuan asmara, dan phishing. Masyarakat diimbau waspada terhadap telepon atau pesan mencurigakan dan melakukan verifikasi sebelum bertindak. (Foto/Pusat Pencegahan Penipuan 165)

Kelompok penipuan terus memanfaatkan teknologi baru dan situasi sehari-hari untuk melakukan berbagai penipuan. Modusnya semakin beragam, mulai dari investasi palsu dan penyamaran sebagai pejabat pemerintah hingga penggunaan AI untuk memalsukan suara dan wajah. Pusat Pencegahan Penipuan 165 mengingatkan masyarakat agar waspada saat menerima telepon, pesan singkat, atau informasi mencurigakan di internet.

Menurut Pusat Pencegahan Penipuan 165, lima modus yang umum terjadi pada 2026 meliputi investasi palsu, penyamaran sebagai polisi atau jaksa untuk mengendalikan rekening, pemalsuan wajah dan suara menggunakan AI, penipuan asmara, serta pesan phishing. Penipuan investasi biasanya menawarkan keuntungan tinggi dan risiko rendah, lalu membujuk korban untuk terus menambah dana melalui platform palsu. Dalam penipuan yang mengatasnamakan aparat, pelaku mengaku sebagai polisi atau jaksa dan menuduh korban terlibat kasus kriminal atau rekeningnya sedang diperiksa, kemudian meminta data pribadi atau transfer uang.

Pelaku juga memanfaatkan teknologi Deepfake untuk meniru suara dan wajah seseorang sehingga penipuan terlihat lebih meyakinkan. Penipuan asmara biasanya dimulai melalui platform kencan atau media sosial, kemudian pelaku meminta uang dengan alasan investasi atau pinjaman setelah membangun kepercayaan. Sementara itu, pesan phishing dapat menyamar sebagai bank, lembaga pemerintah, atau perusahaan pengiriman untuk mengelabui penerima agar mengeklik tautan mencurigakan.

Pusat Pencegahan Penipuan 165 mengingatkan masyarakat untuk menerapkan tiga prinsip saat menghadapi pesan atau permintaan mencurigakan: tetap tenang, melakukan verifikasi, dan melaporkan dugaan penipuan. Jika kebenaran suatu informasi tidak dapat dipastikan, masyarakat dapat menghubungi Hotline Anti-Penipuan 165 untuk melakukan pengecekan.

Berita Populer

回到頁首
Loading