按下ENTER到主內容區
:::

Sebanyak 747 sekolah di Aceh Utara masih berlumpur, pembelajaran berlangsung fleksibel

Sekolah-sekolah di Aceh Utara masih dipenuhi lumpur pascabanjir.(Foto KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)
Sekolah-sekolah di Aceh Utara masih dipenuhi lumpur pascabanjir.(Foto KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Sebanyak 747 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Aceh Utara masih terdampak lumpur hingga Senin (12/1/2026). Dari jumlah tersebut, 132 sekolah merupakan SMA sederajat dan sekolah luar biasa di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan Kementerian Agama, sementara 615 sekolah lainnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan bahwa ruang kelas pada umumnya telah dibersihkan. Namun, halaman sekolah, kompleks sekolah, serta jalan menuju sekolah masih dipenuhi lumpur dan belum sepenuhnya ditangani.

Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pemerintah daerah menerapkan sistem pembelajaran dengan jam fleksibel di seluruh sekolah, termasuk lima sekolah yang mengalami kerusakan total. Sebagian guru juga mendatangi lokasi pengungsian untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Jamaluddin menambahkan bahwa data seluruh sekolah telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Proses pembersihan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para relawan. Penyebaran sekolah di 27 kecamatan menyebabkan proses pembersihan memerlukan waktu lebih lama, terutama karena jalan dan parit yang masih tertutup lumpur.

Selain itu, pemerintah daerah mengajak berbagai pihak untuk membantu penyediaan perlengkapan sekolah seperti sepatu, pakaian, tas, alat tulis, dan buku pelajaran. Meskipun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyalurkan 900 unit perlengkapan sekolah, kebutuhan di lapangan masih sangat besar.

Berita Populer

回到頁首
Loading