Platform e-commerce Korea, Coupang (Coupang Corp.), tahun lalu mengalami kebocoran data pribadi. Hasil investigasi terbaru memastikan insiden ini juga berdampak pada Taiwan. Administrasi Industri Digital di bawah Kementerian Urusan Digital Taiwan menyatakan bahwa pada 23 Februari, Coupang Taiwan melaporkan hasil forensik dari perusahaan keamanan siber Mandiant yang menunjukkan 204.552 pengguna di Taiwan terdampak akibat akses ilegal data. Informasi yang diakses mencakup nama, email, nomor telepon, alamat pengiriman, serta lima riwayat pesanan terakhir.
Setelah laporan muncul pada November lalu, otoritas segera meminta klarifikasi mengenai dampak terhadap pengguna Taiwan. Saat itu perusahaan menyatakan tidak ada data Taiwan yang terdampak dan investigasi masih berjalan. Setelah hasil forensik keluar, otoritas meminta penjelasan langsung dan pada 25 Februari melakukan pemeriksaan administratif untuk meninjau tanggung jawab dan manajemen keamanan informasi.
Otoritas menegaskan perusahaan wajib, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, memberi tahu seluruh pengguna terdampak, membuka jalur layanan khusus, serta menyusun rencana kompensasi dan perbaikan. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi akan dijatuhkan sesuai hukum.
Masyarakat juga diingatkan bahwa kebocoran data kerap dimanfaatkan penipu dengan modus “pembatalan cicilan”, “kendala paket”, atau mengatasnamakan layanan pelanggan. Hindari tautan tidak dikenal dan jangan memberikan kata sandi atau kode verifikasi. Jika ragu, hubungi hotline 165.