Bagi pekerja migran yang ingin memperoleh pekerjaan lebih baik, kemampuan bahasa menjadi fokus penting. Dinas Tenaga Kerja Kota New Taipei bersama Universitas Teknologi Ming Chi membuka kursus bahasa Mandarin gratis dan kini menerima pendaftaran. Kelas berlangsung setiap Minggu dari 26 April hingga 19 Juli selama 13 minggu, terbuka bagi pekerja asal Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Thailand.
Program tahun ini dibagi menjadi kelas dasar dan lanjutan, dengan materi percakapan sehari-hari, komunikasi kerja, dan membaca dasar. Peserta dapat lebih lancar berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja bilingual, pekerja migran yang menguasai Mandarin lebih berpeluang menempati posisi penerjemah, administrasi, atau manajemen.
Tahun lalu banyak peserta berhasil mengubah arah karier setelah belajar Mandarin. Seorang peserta asal Vietnam yang menyelesaikan kelas lanjutan dipromosikan menjadi penerjemah karena kemampuan bahasanya diakui perusahaan, dengan gaji dan stabilitas kerja lebih baik. Peserta asal Filipina juga dipindahkan ke cabang baru perusahaan Taiwan di negaranya sebagai penerjemah.
Sejalan dengan program pemerintah untuk mempertahankan pekerja migran jangka panjang, beberapa pekerjaan teknis tingkat menengah kini mensyaratkan kemampuan bahasa. Untuk mendorong pembelajaran lanjutan, 30 peserta terbaik akan mendapat subsidi ujian TOCFL sebesar NT$1.400 per orang. Informasi tersedia di Universitas Teknologi Ming Chi, telepon (02) 2908-9899 ext. 2224 atau 2222.