Di Indonesia, tradisi orang yang berulang tahun mentraktir keluarga, teman, atau rekan kerja merupakan kebiasaan yang telah lama dikenal. Berbeda dengan banyak negara Barat yang umumnya memberikan hadiah atau mentraktir orang yang berulang tahun, masyarakat Indonesia lebih sering merayakan momen tersebut dengan berbagi kepada orang lain.
Pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati menjelaskan bahwa tradisi tersebut berkaitan dengan karakter masyarakat Indonesia yang bersifat komunal. Rasa syukur atas ulang tahun, kelulusan, atau pencapaian lainnya lazim diwujudkan melalui kegiatan berbagi, seperti mengadakan makan bersama atau membagikan makanan kepada orang di sekitar.
Sebaliknya, masyarakat di banyak negara Barat cenderung berorientasi pada keluarga inti sehingga perayaan ulang tahun lebih sering dilakukan bersama keluarga atau sahabat dekat, sementara tamu biasanya tidak mengharapkan jamuan dari orang yang berulang tahun.
Menurut Devie, makna utama tradisi traktir adalah mempererat hubungan sosial dan berbagi kebahagiaan. Ia juga mengingatkan agar tradisi tersebut tidak menjadi beban ekonomi, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sehingga kebersamaan tetap menjadi tujuan utama.