按下ENTER到主內容區
:::

Rokok Elektrik Berisiko Merusak Otak dan Meningkatkan Risiko Kanker

Administrasi Promosi Kesehatan mengingatkan bahwa rokok elektrik dapat mengganggu perkembangan otak dan membahayakan kesehatan. (Foto: africaimages)
Administrasi Promosi Kesehatan mengingatkan bahwa rokok elektrik dapat mengganggu perkembangan otak dan membahayakan kesehatan. (Foto: africaimages)

Penggunaan rokok elektrik semakin meningkat di kalangan remaja. Banyak orang menganggap produk ini lebih aman daripada rokok biasa atau dapat membantu berhenti merokok. Namun, Administrasi Promosi Kesehatan Taiwan menegaskan bahwa rokok elektrik bukan alternatif yang aman.

Menurut WHO dan berbagai penelitian internasional, rokok elektrik mengandung nikotin serta zat berbahaya yang dapat mengganggu perkembangan otak remaja, meningkatkan risiko gangguan belajar, kecemasan, dan perubahan DNA yang berkaitan dengan kanker.

Selain berdampak pada pengguna, uap rokok elektrik juga dapat membahayakan orang di sekitarnya. Cairan rokok elektrik dapat menyebabkan keracunan nikotin jika tertelan anak-anak, sementara kerusakan baterai pernah memicu kebakaran maupun ledakan.

Administrasi Promosi Kesehatan mengingatkan bahwa remaja yang pernah menggunakan rokok elektrik memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mulai merokok. Menjelang liburan musim panas, masyarakat dan orang tua diimbau menerapkan prinsip "tidak mencoba, tidak membeli, dan tidak merekomendasikan" demi melindungi kesehatan.

Berita Populer

回到頁首
Loading