Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) memperingatkan meningkatnya penipuan yang mengatasnamakan warisan bernilai besar. Sindikat penipuan sering menyamar sebagai kerabat, pengacara, atau pejabat pengurusan dokumen, mengaku menangani warisan tanah atau properti bernilai tinggi di pusat kota. Dengan alasan mendesak untuk membayar pajak warisan dan biaya administrasi, mereka meminjam uang dari korban dan menjanjikan imbalan besar setelah proses pengalihan hak selesai.
Polisi menyebutkan, seorang pria di Taiwan utara tahun lalu berkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi pesan. Pelaku mengaku membutuhkan dana untuk mengurus warisan dan berulang kali meminjam uang dengan janji keuntungan besar. Korban yang percaya menyerahkan uang secara langsung, hingga dalam beberapa bulan kerugian mencapai lebih dari NT$30 juta. Setelah mengetahui pelaku memiliki catatan penipuan dan tidak dapat menarik kembali uangnya, korban baru melapor ke polisi.
Biro Investigasi Kriminal menegaskan bahwa proses warisan yang sah mengikuti prosedur hukum ketat, dan pajak serta biaya biasanya dipotong dari nilai warisan atau dibayar oleh ahli waris resmi, bukan dengan meminjam uang dari orang asing. Setiap permintaan “uang talangan”, “pinjam uang untuk balik nama”, atau “bagi hasil setelah selesai” hampir pasti merupakan penipuan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi identitas pihak yang mengaku sebagai pengacara atau petugas bank melalui saluran resmi. Jika ragu, segera hubungi layanan Anti-Penipuan 165 atau pihak kepolisian.