Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pangandaran terus melakukan sosialisasi kepada calon jemaah haji di tengah kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah, guna memastikan jemaah tetap tenang dan memahami kondisi terkini.
Pemerintah daerah menyatakan seluruh persiapan teknis telah rampung. Fokus saat ini adalah menjaga kesiapan fisik dan mental jemaah haji 2026 menjelang keberangkatan.
Kepala Kantor Kemenhaj Pangandaran, Hilman Saefullah, menyampaikan bahwa seluruh proses administrasi, termasuk dokumen dan pemeriksaan kesehatan, telah selesai. Saat ini jemaah hanya menunggu tahapan lanjutan seperti pembagian kartu masuk.
Jemaah asal Pangandaran akan tergabung dalam Kloter 21 KJT. Mereka dijadwalkan berangkat dari Pangandaran pada 6 Mei 2026, masuk Asrama Haji Indramayu pada 7 Mei, dan diberangkatkan melalui Bandara Kertajati pada 8 Mei 2026.
Total jemaah yang berangkat sebanyak 217 orang, didampingi empat petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kota Banjar dan sebagian wilayah Indramayu.
Terkait potensi perubahan rute akibat situasi di Timur Tengah, pihak daerah menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Kemenhaj juga memastikan bahwa jika terjadi perubahan rute, tidak akan ada biaya tambahan yang dibebankan kepada jemaah.
Menjelang keberangkatan, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas yang tidak perlu, serta mempersiapkan diri secara optimal untuk menjalankan ibadah haji.