Banyak keluarga mewariskan rumah atau tanah kepada generasi berikutnya. Namun dalam proses perencanaan, detail kecil dapat membuat pajak meningkat. Di Kaohsiung baru-baru ini terjadi kasus seorang warga yang menghibahkan properti kepada anak dan sekaligus membayar pajak kenaikan nilai tanah serta pajak akta. Akibatnya, pajak hibah justru bertambah NT$129.000.
Biro Pajak Nasional Kaohsiung di bawah Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa jika pajak dibayar sendiri oleh penerima hibah, maka pajak kenaikan nilai tanah dan pajak akta dapat dikurangkan dari total nilai hibah sehingga pajak hibah lebih rendah. Namun jika pajak tersebut dibayar oleh pemberi hibah, jumlahnya akan dianggap sebagai hibah tambahan dan dimasukkan ke dalam perhitungan total hibah, sehingga pajak meningkat. Dalam kasus ini, pajak hibah awalnya NT$527.000, tetapi setelah pemberi hibah membayar pajak NT$129.000, jumlah pajak yang harus dibayar meningkat menjadi NT$656.000.
Biro Pajak mengingatkan bahwa saat merencanakan pewarisan properti, penting memperhatikan “siapa yang membayar pajak” agar tidak menambah beban pajak hibah. Bukti pembayaran dan dokumen transaksi juga perlu disimpan saat pelaporan pajak. Jika memiliki pertanyaan, masyarakat dapat menggunakan layanan konsultasi daring “National Tax Helper” di situs resmi biro pajak atau menghubungi hotline gratis 0800-000-321.
Kasus ini menunjukkan bahwa hibah properti tidak hanya soal menandatangani kontrak, tetapi juga memerlukan perencanaan pajak yang tepat agar aset dapat diwariskan tanpa menambah beban tambahan.