Saat membeli makanan kemasan, konsumen ke depannya dapat dengan cepat menilai kondisi gizi melalui tampilan warna pada kemasan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan bersama lembaga promosi kesehatan mendorong penerapan label gizi di bagian depan kemasan, menggunakan warna merah, kuning, dan hijau untuk menunjukkan kadar gula, natrium, dan lemak jenuh, sehingga konsumen tidak perlu berulang kali membandingkan angka namun tetap dapat memahami informasi dasar gizi.
Sesuai rencana, label tiga warna akan ditempatkan secara seragam di bagian depan kemasan, sehingga perbedaan antar produk dapat langsung dikenali di rak. Warna hijau menunjukkan kadar lebih rendah, merah menandakan kadar tinggi, dan kuning berada di tingkat sedang. Melalui sistem ini, konsumen dapat lebih cepat memilih produk sekaligus membandingkan antar merek atau produk sejenis tanpa harus membaca informasi yang kompleks.
Saat ini, pola konsumsi masyarakat umumnya menunjukkan asupan natrium dan gula yang berlebihan, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Dengan label yang lebih intuitif, konsumen dapat lebih mudah memahami kandungan makanan dalam waktu terbatas, sehingga dapat membuat pilihan yang lebih tepat serta secara bertahap menyesuaikan kebiasaan makan sehari-hari.
Saat ini sistem masih dalam tahap pembahasan dan pengumpulan masukan dari berbagai pihak. Ke depannya, kebijakan ini akan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi sebelum diterapkan. Setelah mulai diberlakukan, label ini diharapkan menjadi acuan penting dalam memilih makanan, sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan kualitas gizi secara keseluruhan.