Menjelang Festival Perahu Naga, banyak masyarakat membeli bakcang secara online. Namun, aktivitas ini juga dimanfaatkan oleh sindikat penipuan. Biro Investigasi Kriminal Taiwan baru-baru ini membagikan kasus seorang pria bermarga Chen berusia 50 tahun yang kehilangan lebih dari NT$1 juta setelah menjadi korban penipuan layanan pelanggan palsu.
Menurut polisi, setelah memesan bakcang melalui platform media sosial, Chen menerima tautan pengiriman logistik untuk mengisi data penerima. Saat membuka tautan tersebut, muncul pemberitahuan bahwa pesanan gagal karena “verifikasi identitas belum selesai” dan ia diminta menghubungi layanan pelanggan melalui akun LINE yang disediakan.
Pelaku kemudian menghubungi korban melalui panggilan suara dan mengaku sebagai petugas layanan pelanggan. Dengan alasan terjadi masalah aliran dana pada pesanan, korban diminta melakukan verifikasi identitas dan mengikuti petunjuk pengoperasian internet banking. Karena percaya, Chen mengikuti instruksi tersebut hingga akhirnya dana dalam rekeningnya berpindah secara tidak sah.
Biro Investigasi Kriminal mengingatkan bahwa pelaku penipuan sering memanfaatkan musim belanja menjelang hari raya dengan alasan seperti verifikasi identitas, kesalahan pesanan, pembayaran ganda, atau masalah transaksi. Jika ada pihak yang meminta menambahkan akun LINE, melakukan verifikasi, atau mentransfer uang, masyarakat disarankan segera melakukan pengecekan melalui saluran resmi atau menghubungi hotline anti-penipuan 165.