Upaya pemulihan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan hingga awal Mei 2026.
Total target rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran Rp337,97 miliar. Dari jumlah tersebut, 16.670 hektare telah memasuki tahap konstruksi pemulihan, dan 4.098 hektare telah selesai direhabilitasi.
Sebanyak 2.212 hektare lahan sudah kembali diolah, sementara 2.110 hektare telah ditanami kembali oleh petani. Hal ini menunjukkan aktivitas pertanian mulai pulih secara bertahap.
Di Sumatera Barat, progres pemulihan menjadi yang paling tinggi dengan capaian hampir 98 persen dari target. Lebih dari 2.100 hektare sawah di wilayah ini telah kembali ditanami.
Sementara itu, di Sumatera Utara, sekitar 5.201 hektare sawah telah memasuki tahap konstruksi. Di Aceh, sebagai wilayah dengan dampak terluas, proses pemulihan terus dipercepat dengan berbagai pekerjaan seperti perbaikan saluran air dan pembentukan kembali lahan sawah.
Pemerintah menyatakan pemulihan sektor pertanian menjadi prioritas karena berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.