Menurut China.com, seorang anak laki-laki berusia 5 setengah tahun tingginya hanya 106,3 sentimeter, sehingga orang tuanya segera membawanya ke dokter dan ia didiagnosis menderita dwarfisme. Dokter menjelaskan bahwa perawakan pendek anak laki-laki itu terkait dengan kebiasaan merokok ayahnya. Hal ini karena paparan asap rokok dalam jangka panjang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid, menyebabkan sekresi hormon tiroid yang tidak normal, yang tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan intelektual.
Untungnya, hal itu terdeteksi tepat waktu. Perawatan dini dapat sangat mengurangi dampak pada tinggi badan anak laki-laki itu. Oleh karena itu, dokter menyarankan agar merokok dihindari demi kesehatan anak yang baik.
Selain itu, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah memperingatkan bahwa anak-anak kecil yang terpapar asap rokok berisiko mengalami atau memiliki gejala asma, pneumonia, dan bronkitis, serta infeksi saluran pernapasan bawah. Di seluruh dunia, 165.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena infeksi saluran pernapasan bawah yang terkait dengan asap rokok. Saat dewasa, mereka juga berisiko terkena pneumonia dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Oleh karena itu, orang dewasa diimbau untuk berhenti merokok sesegera mungkin.