按下ENTER到主內容區
:::

Kerugian Akibat Merokok di Taiwan Capai Lebih dari NT$130 Miliar per Tahun, Melampaui 15% Pengeluaran Asuransi Kesehatan Nasional

Profesor madya Lo Wei-cheng menyatakan, kerugian akibat merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada produktivitas seumur hidup. (Foto / Universitas Kedokteran Taipei)
Profesor madya Lo Wei-cheng menyatakan, kerugian akibat merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada produktivitas seumur hidup. (Foto / Universitas Kedokteran Taipei)

Kerugian ekonomi akibat merokok di Taiwan tidak hanya berupa biaya medis. Studi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Kedokteran Taipei menunjukkan, Taiwan kehilangan sekitar 4,6 miliar dolar AS produktivitas per tahun, atau lebih dari 130 miliar dolar Taiwan. Angka ini sekitar 0,6% dari produk domestik bruto dan melampaui 15% belanja tahunan Asuransi Kesehatan Nasional.

Penelitian ini menarik perhatian karena tidak hanya menghitung biaya medis, tetapi juga kematian dini, berkurangnya masa kerja produktif, dan penurunan pendapatan akibat merokok. Tim Profesor Madya Departemen Kesehatan Masyarakat Taipei Medical University, Lo Wei-cheng, menganalisis data lebih dari 210.000 orang dewasa di Taiwan. Hasil penelitian diterbitkan pada 2026 di jurnal kesehatan masyarakat internasional Public Health.

Studi menemukan usia harapan hidup dan masa kerja perokok ikut terdampak. Perokok laki-laki hidup sekitar 2 tahun lebih pendek dibanding orang yang tidak pernah merokok, sedangkan perempuan sekitar 1,4 tahun lebih pendek. Setiap perokok rata-rata kehilangan 45.000 hingga 61.000 dolar AS sepanjang hidup.

Tingkat merokok orang dewasa di Taiwan kini sekitar 12% hingga 13%, sedangkan pada laki-laki mendekati 20%. Bertambahnya rokok elektronik dan produk tembakau pemanas juga menjadi tantangan baru. Tim memperkirakan, jika tingkat merokok turun setengah, Taiwan dapat mengurangi kehilangan usia hidup akibat kematian dini dan menekan kerugian produktivitas jangka panjang.

Berita Populer

回到頁首
Loading