按下ENTER到主內容區
:::

Jatuh Adalah Pembunuh Tersembunyi Lansia, Lima Langkah Cegah Jatuh dan Enam Aspek Penilaian Risiko Dini

Statistik menunjukkan bahwa satu dari setiap 12 orang mencari perawatan medis akibat terjatuh(Foto sasirin-pamais-images)
Statistik menunjukkan bahwa satu dari setiap 12 orang mencari perawatan medis akibat terjatuh(Foto sasirin-pamais-images)

Jatuh menempati peringkat kedua penyebab kematian akibat cedera tidak disengaja di Taiwan. Data menunjukkan 1 dari 6 lansia berusia 65 tahun ke atas pernah jatuh, dan 1 dari 12 pernah berobat karena jatuh. Insiden yang tampak sederhana sering berkaitan dengan penurunan kekuatan otot, gangguan penglihatan, serta faktor lingkungan rumah. Jika menyebabkan cedera kepala atau patah tulang, hal itu memengaruhi kemampuan merawat diri dan menambah beban keluarga serta sistem kesehatan.

Risiko jatuh biasanya berasal dari kombinasi faktor fisik dan lingkungan. Seiring usia, massa dan kekuatan otot menurun, langkah melambat, dan naik turun tangga terasa berat. Penurunan penglihatan, tidak memakai kacamata yang sesuai, pencahayaan malam yang kurang, atau penggunaan obat seperti obat tidur dan pereda nyeri yang menimbulkan pusing dan kantuk turut meningkatkan risiko. Setelah jatuh, rasa sakit atau takut terjatuh kembali dapat membuat lansia mengurangi aktivitas luar rumah.

Untuk menurunkan risiko, otoritas kesehatan mengajukan “Lima Langkah Cegah Jatuh”: mengenali risiko lebih awal, rutin berolahraga seperti angkat kaki saat duduk atau berdiri satu kaki untuk melatih keseimbangan, meninjau penggunaan obat bersama dokter, memperbaiki pencahayaan serta memasang fasilitas anti selip dan pegangan tangan di rumah, serta memilih sepatu yang tidak licin dan menggunakan alat bantu bila perlu.

Selain itu, alat “Enam Aspek Penilaian Lansia” dapat digunakan untuk mengevaluasi mobilitas, kognisi, nutrisi, penglihatan, pendengaran, dan depresi, guna mendeteksi dini penurunan kekuatan otot atau gangguan penglihatan.

Berita Populer

回到頁首
Loading