按下ENTER到主內容區
:::

Festival Lentera Perikanan Wangong 2026 Tetapkan Jadwal Setelah Ritual Divinasi, Digelar 8–9 Agustus di Fangyuan

Pemerintah Kabupaten Changhua menggelar ritual divinasi di Kuil Fuhai Wangong untuk menetapkan jadwal Festival Lentera Perikanan Wangong 2026 pada 8–9 Agustus. (Foto/Pemerintah Kabupaten Changhua)
Pemerintah Kabupaten Changhua menggelar ritual divinasi di Kuil Fuhai Wangong untuk menetapkan jadwal Festival Lentera Perikanan Wangong 2026 pada 8–9 Agustus. (Foto/Pemerintah Kabupaten Changhua)

Jadwal “Festival Lentera Perikanan Wangong 2026” yang memasuki tahun ke-22 telah resmi ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Changhua baru-baru ini menggelar ritual divinasi di Kuil Fuhai Wangong, di mana Bupati Wang Hui-mei mewakili pemerintah untuk memohon petunjuk dari Dewi Mazu mengenai tanggal pelaksanaan. Hasilnya menetapkan bahwa festival akan berlangsung pada 8 dan 9 Agustus 2026 (tanggal 26 dan 27 bulan keenam kalender lunar), dengan doa agar acara berjalan lancar serta membawa kedamaian dan kemakmuran bagi daerah setempat.

Pemerintah kabupaten menjelaskan bahwa proses divinasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama memilih dua opsi tanggal, kemudian setelah permohonan kedua, Dewi Mazu menetapkan tanggal 8 dan 9 Agustus sebagai jadwal resmi. Pemerintah kabupaten juga mengundang masyarakat dari seluruh Taiwan untuk berkunjung ke Fangyuan, Changhua selama liburan musim panas dan merasakan daya tarik festival yang memadukan pemandangan malam pelabuhan nelayan Wangong dengan budaya desa nelayan.

Wang Hui-mei menyampaikan bahwa keberhasilan Festival Lentera Perikanan Wangong dari tahun ke tahun merupakan hasil kerja sama Kuil Fuhai, pemerintah setempat, asosiasi pertanian dan perikanan, serta berbagai pihak terkait. Festival ini tidak hanya menunjukkan kuatnya kohesi masyarakat, tetapi juga mendorong pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Fangyuan, menjadikannya acara musim panas penting di Changhua.

Dinas Pertanian menambahkan bahwa Wangong dikenal dengan budidaya tiramnya, khususnya “tiram mutiara” yang dibesarkan dengan metode gantung datar mengikuti pasang surut laut. Metode ini menghasilkan tekstur daging yang padat dan cita rasa khas. Selama festival, pengunjung dapat menikmati hidangan laut lokal sekaligus menjelajahi Pelabuhan Wangong, jalur laut–langit, rak tiram di zona pasang surut, budaya sapi laut, serta panorama matahari terbenam, dan merasakan suasana khas desa pesisir.

Berita Populer

回到頁首
Loading